Marzuki Alie: KBRI Jerman Mau Mengerjai DPR

by
November 27th, 2012 at 2:02 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Hebohnya berita dari PPI (Perhimpuan Pelajar Indonesia) di Berlin, Jerman yang mengklaim kunjungan DPR salah alamat dan hanya untuk berplesiran rupanya mengusik ketenangan Ketua DPR, Marzuki Alie.

Bahkan dengan tegas, Ketua DPR ini menduga pihak Kedutaan Besar RI di Jerman sengaja mengerjai anggota DPR yang telah berkunjung ke sana. Ia mengaku telah melayangkan protes ke Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, karena perlakuan PPI serta KBRI Jerman.

Kok di Jerman selalu begitu? Berarti ada sesuatu yang salah dengan duta besar kita di sana, tetapi masih perlu dibuktikan. Ada indikasi ke sana, mau mengerjai anggota DPR,” kata Marzuki di Jakarta, Senin, 26 November 2012.

Pernyataannya ini keluar guna menanggapi beredarnya video kunjungan kerja anggota DPR ke Berlin oleh akun PPI Berlin ke YouTube pada Rabu, 21 November 2012. Video itu menggambarkan rapat yang berlangsung kaku antara anggota Dewan dengan Deutsches Institut fur Nörmung (DIN), lembaga standardisasi produk di Jerman.

Video  yang disertai dengan ilustrasi teks dalam tayangan menggambarkan bahwa rapat yang berlangsung tidak terkoordinasi. Bahkan menurut PPI, sebagian dari anggota DPR tidak dapat menguasai Bahasa Inggris dengan baik sehingga anggota Dewan mendadak meminta penerjemah lewat KBRI.

PPI Berlin juga menilai kunjungan kerja DPR ke DIN itu telah salah alamat karena DIN adalah lembaga standardisasi produk yang dianggap tidak relevan dengan rencana penyusunan Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran.

Beberapa anggota DPR yang tertangkap kamera sedang berbelanja di Jerman

Namun Marzuki tetap menilai, pihak Kedubes RI di Jerman sengaja memberikan video tersebut kepada PPI Berlin.

“Ada apa dengan Duta Besar Indonesia di Jerman? Kok membiarkan perilaku dan foto-foto itu, mereka dapatkan dari staf Kedubes loh, yang di Youtube itu bukan liputan mereka, itu liputan staf Kedubes,” ucapnya lagi.

Ketua DPR yang juga berasal dari Partai Demokrat ini sangat menyesalkan tindakan Kedubes RI yang seharusnya memfasilitasi kedatangan anggota DPR ke Berlin.

Sedangkan untuk urusan anggota DPR yang tidak bisa berbahasa Inggris, Marzuki menganggap hal ini adalah wajar. Dia mengatakan bahwa tidak selamanya berkunjung ke suatu negara harus mahir menguasai bahasa negara tersebut.

Sayangnya, saat ini video yang dibuat oleh PPI Berlin tentang jalannya rapat bersama DIN sudah tidak bisa lagi dilihat secara umum. Padahal dalam video itu terlihat jelas bagaimana para wakil rakyat ini kelimpungan saat mengikuti rapat bersama DIN. (RN)

Comment di sini