Benarkah Kopi Arabika Akan Punah?

by
November 28th, 2012 at 3:20 pm

CiriCara.com – Meminum secangkir kopi mampu bisa membuat seseorang kembali fokus bekerja dan membuat lebih bahagia. Kenikmatan secangkir kopi itu membuat para pencintanya kecanduan. Anda penggemar berat kopi? Ketahuilah bahwa ternyata pada tahun 2080 kopi akan mengalami kepunahan. Apa penyebabnya?

Ramalan kepunahan kopi mencul dari analisis peneliti Inggris dan Ethiopia yang dilaporkan pada awal November 2012 melalui jurnal ilmiah PLOS ONE. Analisis dikerjakan melalui bantuan mesin pembaca nasib kopi yang dibuat menggunakan program komputer. Kopi pada penelitian ini pun dipilih, yaitu kopi arabika yang merupakan spesies kopi paling diminati di dunia.

Ironisnya, laporan terbaru yang dirilis oleh Reuters.com, menunjukkan bahwa kepunahan biji kopi, khususnya jenis Arabika bisa berlangsung lebih cepat karena semakin ekstrimnya perubahan cuaca di berbagai belahan dunia. Aaron Davis, kepala penelitian kopi Arabika di Royal Botanic Gardens mengatakan bahwa kepunahan kopi Arabika bisa terjadi pada tahun 2080.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan model simulasi komputer untuk memprediksi kepunahan kopi Arabika. Mereka menggunakan tiga skenario pemansan global dalam simulasi tersebut. Dicuplik dari Thetelegraph.com, hasil terbaik memperlihatkan 66 persen habitat asli Arabika menjadi tempat yang tidak lagi sesuai pada tahun 2080. Sedangkan, hasil simulasi terburuk memperlihatkan 100 persen habitat asli Arabika menjadi tidak sesuai lagi.

Walaupun tanaman Arabika komersil masih bisa hidup dengan metode pendinginan, tapi Arabika liar dipastikan tidak bisa hidup. Arabika liar dibutuhkan karena memiliki keragaman genetis lebih luas dan penting bagi industri kopi untuk menghadapi ancaman hama dan penyakit.

Kopi merupakan tanaman yang rentan terhadap perubahan iklim dan suhu. Tanaman kopi jenis Arabika merupakan paling tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan iklim. Jika suhu meningkat hingga 2 derajat celcius dari kondisi awal, maka biji kopi matang lebih cepat dibarengi penurunan kualitas rasa. Sementara itu, kenaikan yang tinggi malah menimbulkan stres pada tumbuhan ini.

Davis mengatakan bahwa ancaman kepunahan kopi bisa terjadi lebih cepat dan lebih parah. Sebab, analisis yang ia lakukan hanya memperhitungkan faktor perubahan iklim. Padahal, faktor perambahan hutan mengancam kehidupan tanaman kopi selama beberapa tahun terakhir di Ethiopia.

Selain berdampak buruk bagi kelangsungan spesies biji kopi Arabika, hal ini juga sangat berpengaruh buruk bagi perekonomian beberapa pengekspor Arabika, seperti Brazilia, Ethiopia, dan Sudan.

Kecanduan penikmat kopi spesies Arabika ini disebabkan karena rasanya yang sangat kaya. Ragam rasa kopi Arabika mulai dari paling lembut dan manis hingga yang beraroma paling tajam. Biji kopi Arabika yang belum disangrai mengeluarkan aroma mirip blueberry. Setelah disangrai, biji kopi beraroma harum bercampur aroma manis buah-buahan. (NR)

Comment di sini