Jelang Hari Pernikahan, Mempelai Wanita Malah Disuruh Menangis

by
November 28th, 2012 at 2:46 pm

Sichuan (CiriCara.com) – Pernikahan seharusnya menjadi saat yang menyenangkan, karena hanya terjadi satu kali seumur hidup, lain halnya dengan orang yang hobi kawin-cerai ya.

Uniknya, pernikahan suku Tujia di provinsi Sichuan malah diwarnai dengan tangisan dan air mata. Dilansir dari Odditycentral.com, pengantin wanitanya harus menangis selama 1 bulan penuh sebelum hari pernikahan itu tiba. Pertama-tama, pengantin wanitanya saja yang harus menangis seorang diri di sebuah aula.

Oddity Central

Setelah 10 hari berlalu, sang ibu dari pengantin perempuan ini akan bergabung untuk menangis bersama-sama putri mereka yang akan menikah. 10 hari kemudian, sang nenek juga turut serta menangis bersama, dan beberapa hari kemudian seluruh tante, dan saudara-saudara perempuan dari mempelai wanita juga bergabung dalam acara tangis-tangisan tersebut.

Jika pengantin wanita tidak menangis pada hari-hari tangisan pernikahan itu berlansung, maka orang-orang akan beranggapan bahwa pengantin tersebut tidak hormat pada ibunya, karena senang akan berpisah dengan sang ibu. Selain itu, masyarakat akan menganggap rendah pengantin wanita itu.

Oddity Central

Ritual tangisan pernikahan ini bermula ketika seorang putri dari wilayah Zhao hendak menikah dengan pangeran wilayah Yan pada tahun 475 SM. Menjelang waktu kepergian sang putri, ibundanya menangis di bawah kaki putrinya sambil menyuruhnya untuk cepat-cepat kembali.

Peristiwa sejarah inilah yang melegenda hingga sekarang ini. Peristiwa tersebut diyakini sebagai awal mula ide ritual tangisan pernikahan, yang masih sering dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat di China.

Akan tetapi, ritual tangisan pernikahan ini sudah tidak terlalu terasa pada perkembangan zaman modern seperti sekarang ini.

Jadi ritual pernikahan unik yang dilakukan suku Tujia, ialah mempelai wanitanya harus menangis baik itu pada hari menjelang hari pernikahan, maupun pada hari pernikahan itu sendiri. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa sedih yang berlebih karena harus berpisah dari orangtuanya, khususnya sang ibu.

(yk)

Oddity Central

Comment di sini