Polusi Udara Menyebabkan Autisme Pada Anak?

by
November 28th, 2012 at 10:12 am

CiriCara.com – Saat ini polusi udara semakin hari kelihatannya semakin parah saja. Asap hitam yang keluar dari angkutan umum dan sepeda motor menjadi penyumbang sekitar 80 persen polusi udara di Ibu Kota. Atmosfer yang terkontaminasi di luar batas toleransi bisa membahayakan kesehatan manusia, khusunya masalah pernapasan.  Lalu, benarkah polusi udara meningkatkan risiko anak terkena autisme?

Peneliti di California, Amerika Serikat telah menemukan adanya keterkaitan antara autisme dan polusi yang ditimbulkan oleh berbagai jenis kendaraan di jalan raya. Kajian yang dilakukan terhadap 500 anak di California menunjukkan bahwa mereka yang terkena polusi berat memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk terkena autisme dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di daerah dengan uadara yang lebih bersih.

Dilansir Reuters.com, Heather Volk, asisten profesor di Sekolah Kedokteran Keck dari University of Southern California mengatakan bahwa kami tidak mengatakan polusi lalu lintas menyebabkan autisme, tapi mungkin menjadi faktor risiko untuk itu.

Autisme merupakan gangguan spektrum mulai dari ketidakmampuan mendalam untuk berkomunikasi dan keterbelakangan mental untuk gejala ringan terlihat pada sindrom Asperger. Akibatnya anak ini terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam aktivitas dan minat yang obsesif.

Para peneliti lain juga menemukan bahwa anak-anak yang terkena kontaminasi partikel udara (campuran asam, tanah logam, dan debu) memiliki sekitar dua kali lipat peningkatan risiko autisme. Jenis polusi regional ini telah dilacak oleh Badan Perlindungan Lingkungan.

Namun, seorang profesor perkembangan kognitif di University College London, Uta Firth mempertanyakan hasil penelitian tersebut. Bagaimana polusi bisa mengubah perkembangan otak dan menyebabkan autisme? Dia mengatakan bahwa studi tersebut tidak menyajikan mekanisme meyakinkan di mana polutan bisa mempengaruhi perkembangan otak sehingga mengakibatkan autisme.

Menanggapi hal tersebut, peneliti lain juga mengemukakan pendapatnya bahwa mengurangi polusi tetap menjadi pilihan terbaik saat ini walaupun bukti yang menunjukkan bahwa polusi sebagai penyebab autisme masih perlu diteliti lagi.

Salah satu tantangan dalam penelitian ini adalah sulit untuk memperhitungkan setiap aspek kehidupan yang mungkin mempengaruhi kemungkinan autisme berkembang, seperti riwayat keluarga.

Melihat pro dan kontra dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak bisa mengatakan bahwa autisme disebabkan oleh polusi udara. Tapi, adanya hubungan antara polusi udara dengan autisme pada anak. (NR)

Comment di sini