Selain Fani, Bupati Garut Pernah Ceraikan Wanita Lain Lewat SMS

by
December 3rd, 2012 at 3:11 pm

Garut (CiriCara.com) – Bupati Garut, Aceng HM Fikri yang menikahi seorang gadis 18 tahun secara siri lalu menceraikannya empat hari kemudian lewat SMS ternyata tidak hanya terjadi sekali saja.

Diberitakan oleh GosipGarut-Online.com, Bupati Aceng yang sudah dua tahun berpisah rumah dengan istrinya itu pernah menikah siri dengan gadis muda lain lalu bercerai lewat SMS.

Wanita lain yang pernah dinikahi secara siri oleh Aceng adalah Chintya Prada Larasati, bukan nama sebenarnya, gadis asal Karawang yang kini tinggal di Bandung. Chintya dinikahi lalu dicerai lewat SMS lebih dulu sebelum mendapat surat talak dari ajudan Aceng Fikri.

Setelah dicerai, Chintya mengalami nasib seperti Fani. Ia diteror dan diancam agar tidak mengumbar kasus ini ke publik. Sejak diceraikan oleh Bupati itu Chintya terkesan mengurung diri dan tertutup kepada siapapun.

Saat Fani Oktora mulai menunjukkan diri ke publik, Chintya perlahan mau menunjukan dirinya. Lewat status di jejaring sosial Facebook, Chintya mengatakan bahwa dulu ia pernah dinikahi secara siri oleh Sang Bupati.

Jambi Ekspres

Just shared aja, biar sahabat di Garut tau, sebelum Fany, Aceng menikah dengan saya, sekarang fany, hhmmm, aceng2. Astagfirullah..” tulis Chintya di status Facebook-nya.

Fani Oktora, mantan istri Aceng diceraikan dengan tiga alasan tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada. Menurut Aceng, selain sudah tidak perawan, Fani adalah seorang pengidap epilepsi dan mempunyai tanda putih yang tidak kasat mata pada tubuhnya. Tentu saja ketiga alasan ini dibantah oleh Fani.

Namun menanggapi kabar miring yang menerpa dirinya, Aceng Fikri mengaku telah membayar sejumlah uang yang tidak sedikit kepada keluarga Fani.

“Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu,” ujar Aceng dengan entengnya seperti dikutip Detik.com.

Jika benar Sang Bupati sering menikah siri lalu menceraikan istri-istrinya dengan cara singkat, tentunya martabat Aceng sebagai seorang pemimpin tertinggi di Kabupaten Garut telah tercoreng habis-habisan. Bisa jadi ‘hobi’ pria ini berpengaruh besar terhadap stabilitas jabatannya sekarang. (RN)

Comment di sini