Soal Nikah Siri, Massa Tuntut Bupati Garut Mundur

by
December 3rd, 2012 at 3:57 pm

Garut (CiriCara.com) – Masyarakat Garut tidak tinggal diam menyaksikan aksi Bupati mereka yang nekat menceraikan wanita muda bernama Fani Oktora empat hari setelah mereka berdua menikah siri.

Tidak hanya itu saja yang menjadi persoalan, Aceng Fikri menikahi Fani dengan iming-iming pergi umroh serta sejumlah uang untuk membiayai renovasi rumah dan biaya kuliah. Aksi pemberian imbalan sebagai paksaan untuk menikah ini tentu saja sudah melanggar hukum.

Majalah Detik

Senin, 3 Desember 2012, massa yang mengatasnamakan Komite Penyelamat Kabupaten Garut Resolusi Limbangan mendatangi DPRD Garut untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait tingkah laku Bupati Aceng Fikri.

Massa yang datang itu meminta DPRD untuk menggunakan hak politik dan menuntut Bupati mundur dari jabatannya.

“Bupati harus mundur!” seru koordinator massa, Usep Romli, usai dialog di kantor DPRD, Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Garut seperti dikutip Detik.com.

Jika Bupati nantinya enggan mundur dari jabatan, Usep mendesak DPRD agar menggunakan hak mosi tidak percaya untuk mengajukan pemberhentian Bupati ke Mendagri. Menurutnya, perceraian kilat ini dinilai telah merusak nama baik Garut.

Usep mengaku kedatangannya ke Gedung DPRD tidak dimotori oleh kepentingan politik apapun. Tindakan massa itu spontan dan murni merupakan keinginan masyarakat Garut secara umum.

Ia menilai tindakan sang Bupati itu sudah tidak dapat ditolerir dan tidak memberikan teladan yang baik. Massa yang dibawa Usep terdiri dari mahasiswa, aktivis LSM, dan masyarakat awam.

Perwakilan massa ini lalu ditemui oleh Ketua DPRD, Ahmad Bajuri dan sejumlah anggota Komisi A DPRD yang berjanji akan menampung aspirasi  mereka.

Aceng menikah siri dengan Fani Oktora yang baru saja lulus dari SMA pada 16 Juli 2012 silam pukul 19.30 WIB di rumah pribadi Aceng, kawasan Copong, Garut. Pernikahan siri itu disahkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Limbangan, K.H. Abdurrozaq, S.Ag.

Pernikahan itu berakhir empat hari kemudian. Aceng menceraikan Fani dengan berbagai alasan tak masuk akal yaitu menganggap Fani sudah tidak perawan, menderita epilepsi, dan memiliki tanda putih di tubuh yang tak kasat mata. (RN)

Comment di sini