Bupati Garut Dipecat dari Partai Golkar?

by
December 4th, 2012 at 4:07 pm

Garut (CiriCara.com) – Seorang pemimpin harus hati-hati dalam melangkah, jika tidak mungkin nasibnya akan sama seperti Aceng Fikri, Bupati Garut yang menikah kilat selama empat hari dengan gadis muda, Fani Oktora.

Baru saja bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 2011 silam, kini Bupati Garut ini terancam dipecat dari Partai Golkar. Dilansir dari Tempo.co, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar), Nurul Arifin menyatakan bahwa partainya sepakat memecat kadernya karena kasus nikah siri kilat dan pelecehan terhadap perempuan.

“Lebih baik kehilangan satu kader daripada memelihara orang yang beretika buruk,” ujar Nurul di gedung DPR, Selasa, 4 Desember 2012 seperti dikutip Tempo.co.

VIVAnews

Nurul juga mengatakan bahwa saat Aceng bergabung sebagai kader Golkar pada tahun 2011 lalu, pihaknya tidak tahu apakah Aceng beretika baik atau buruk. Menurutnya Golkar selalu menerima setiap orang yang ingin bergabung sebagai anggota partai.

Di Jawa Barat, jabatan Aceng adalah Wakil Ketua DPD Golkar. Padahal saat mencalonkan diri menjadi Bupati Garut dulu, Aceng maju secara independen bersama Dicky Chandra tanpa dukungan partai. Karena bergabung dengan Partai Golkar, Dicky lalu mengundurkan diri dari kursi Wakil Bupati.

Nurul mengatakan bahwa Partai Golkar tidak perlu memeriksa ulang Fani yang menjadi korban nikah kilat Aceng. Menurut Nurul, kunjungan Fani sebagai korban ke Komnas Perlindungan Anak dinilai sudah cukup menjadi bukti. Ia menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib untuk menangani kasus ini.

Selain itu, Nurul juga berharap agar Kementerian Dalam Negeri memecat Aceng dari jabatannya sebagai Bupati Garut karena tindakannya dinilai sangat tidak etis dan telah mencoreng nama baik Garut.

Aceng Fikri menikahi Fani Oktora secara siri pada tanggal 16 Juli 2012 dan berakhir pada 19 Juli 2012. Aceng menceraikan Fikri dengan alasan karena wanita muda itu sudah tidak perawan.

Karena perbuatannya ini, Aceng lalu dilaporkan ke lembaga perlindungan perempuan dan Mabes Polri. Ia dituntut atas pelanggaran terhadap 4 pasal. Pasal-pasal tersebut antar lain Pasal 280 KUHP tentang Penghalang Perkawianan, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, dan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. (RN)

Comment di sini