Bupati Garut Terancam Kena 4 Pasal Berlapis

by
December 4th, 2012 at 11:38 am

Garut (CiriCara.com) – Tampaknya Aceng Fikri harus menanggung akibat perbuatannya sendiri yang semena-mena terhadap kaum perempuan. Kini ia terancam dikenai 4 pasal berlapis atas perbuatannya menikah kilat dengan Fani Oktora.

Mantan suami siri Fani Oktora yang baru berusia 18 tahun ini dinilai telah melanggar Pasal 280 KUHP tentang Penghalang Perkawianan, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, dan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

“Pasal 378 mengenai penipuan karena ada janji-janji yang tak terpenuhi bahwa waktu akan melakukan pernikahan. Dia menganggap sudah sebagai duda, tapi ternyata masih mempunyai istri,” ujar Deni Saliswijaya, salah satu kuasa hukum Fani di Bareskrim Polri seperti dikutip Kompas.com Senin, 3 Desember 2012.

Kaskus

Aceng dinilai telah melakukan penipuan karena untuk menikahi Fani, ia mengaku sebagai seorang duda padahal Bupati itu masih memiliki seorang istri sah.

Selain itu, Fani juga pernah disekap di dalam kamar selama dua hari sedangkan Aceng pergi untuk melaksanakan umroh. Ketika melapor ke Bareskrim Polri, Fani membawa surat-surat pernyataan saat menikah dan surat keterangan telah menikah dari Majelis Ulama.

Bukti lain yang tidak dibawa Fani adalah foto nikah yang tidak sengaja terhapus. Namun Deni mengaku telah menghubungi operator seluler agar dapat mengembalikan foto dari ponsel Fani termasuk foto saat mereka berdua melangsungkan akad nikah.

Kuasa hukum Fani lainnya, Suherman Kartadinata mengatakan bahwa kliennya hanya melaporkan kejadian sebenarnya yang menimpa dirinya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rekayasa sama sekali terkait laporannya ke Bareskrim Polri.

Fani Oktora, gadis muda yang baru saja lulus dari SMA di Sukabumi dinikahi secara siri oleh Aceng pada tanggal 16 Juli 2012 di Copong, Garut. Perempuan muda ini mau menikahi sang Bupati karena dijanjikan akan diberangkatkan umroh serta mendapat biaya kuliah di Akademi Kebidanan.

Namun dengan tega, setelah empat hari menikah, Sang Bupati lalu menceraikan Fani dengan alasan karena gadis itu sudah tidak lagi perawan. Keputusan ini sempat membuat Fani depresi dan jatuh sakit. (RN)

Comment di sini