Fani Laporkan Bupati Garut Soal Dugaan KDRT

by
December 4th, 2012 at 2:56 pm

Garut (CiriCara.com) – Selama empat hari menikah dengan Bupati Garut, Aceng Fikri, Fani Oktora ternyata juga mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia sempat disekap di dalam rumah Aceng saat sang Bupati sedang menjalankan umroh.

Rumah kediaman Bupati Garut di Copong, Garut menjadi tempat penyekapan Fani kala itu. Ia tidak bisa menemui keluarganya karena ditahan di dalam rumah oleh staf dari Bupati Aceng.

Merdeka

Dilansir dari Detik.com, Danny Salis Wijaya selaku pengacara Fani melaporkan perlakuan Aceng terhadap kliennya itu ke Mabes Polri.

“Jadi hari ini kami mau melaporkan perbuatan mantan suami Fany yaitu Bupati Garut Aceng Fikri atas perbuatan yang diduga KDRT,” jelas Danny Senin pagi, 3 November 2012.

Ketika disekap, Fani tidak mendapat kebebasan untuk pergi. Seluruh pintu dan jendela rumah Aceng dikunci hingga ia tidak bisa keluar. Selama penyekapan berlangsung, Fani terus menangis. Hingga saat ini ia tidak mengetahui alasan kenapa dirinya disekap dan belum ada permintaan maaf secara langsung dari Bupati.

Selain dugaan KDRT, Fani juga merasa dibohongi tentang status perkawian Aceng. Saat datang kepadanya, Aceng mengaku sudah menduda. Namun pada kenyataannya, Aceng masih memiliki istri sah yang telah memberinya tiga orang anak.

Danny dan Fani datang ke Mabes Polri dengan membawa bukti kuat berupa surat pernyataan telah menikah dari MUI. Saat itu Aceng juga menyampaikan rencana tentang peresmian pernikahan setelah kembali dari umroh. Tapi mirisnya, sebelum umroh dilaksanakan, Fani sudah lebih dulu dicerai.

Perlakuan Bupati Aceng Fikri yang menceraikan Fani lewat SMS dianggap tidak etis dan telah mencoreng citranya sebagai panutan rakyat Garut.

Aceng Fikri menceraikan Fani karena memiliki tiga alasan yang tidak masuk akal. Namun alasan yang sangat melukai Fani dan keluarganya adalah karena menganggap Fani sudah tidak lagi perawan. (RN)

Comment di sini