Ini Isi SMS Cerai Bupati Garut ke FO

by
December 4th, 2012 at 11:03 am

Garut (CiriCara.com) – Walau membantah semua tuduhan terkait pernikahan dan perceraian singkatnya dengan gadis 18 tahun, Fani Oktora, namun Bupati Garut ini telah terbukti mengirim sejumlah pesan singkat atau SMS kepada Fani. Bagaimana isi rangkaian SMS itu?

Dikutip dari Majalah Detik, Bupati Garut terlihat sangat baik dan bersahaja saat melamar Fani Oktora. Janji-janji manisnya untuk memberangkatkan umroh serta membiayai kuliah Fani membuat gadis yang baru saja lulus dari SMA itu menyetujui ajakannya untuk menikah.

Majalah Detik

Namun siapa sangka, kebersamaan Aceng dan Fani hanya berlangsung selama sehari pada tanggal 16 Juli 2012. Beberapa hari kemudian, Aceng berubah total. Ia lupa akan janji-janjinya kemarin dan bahkan ia mengirimkan talak perceraian lewat SMS.

“Beliau bilang ke saya ‘sudah tidak punya rasa, dan tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Makanya saya talak kamu’,” kata Fani mengingat pesan SMS yang dikirimkan Aceng kepadanya seperti ditulis oleh Majalah Detik.

Fani syok mendapati pesan tersebut, pasalnya selama menjadi suami istri, ia hanya dua kali pernah bertemu secara fisik dengan Sang Bupati. Ia lantas mencoba mengklarifikasi lebih lanjut dan jawaban yang ia peroleh sungguh di luar dugaan.

Tanyain ke Teh Haji saja (adiknya bupati). Teh Haji tahu,” balas Bupati Garut yang saat itu masih menjadi suami sahnya.

Saat itu, Fani benar-benar tidak tahu kenapa dirinya diceraikan dalam waktu yang relatif cepat. Ketika ia mencari jawaban, hanya Ayi Rahmat, Paman Fani yang mendapat jawaban dari pihak keluarga Bupati. Alasan yang diungkapkan menurut keluarga Fani sangat tidak masuk akal.

Aceng menceraikan Fani karena gadis itu dianggap menderita penyakit epilepsi dan polio, memiliki tanda putih yang tak kasatmata dari ujung tengkuk hingga daerah panggul serta dinilai sudah tidak lagi perawan. Ketiga alasan ini membuat keluarga Fani terpukul.

VIVAnews

Karena berita ini semakin lama semakin beredar luas di masyarakat, Aceng lantas menuduh Fani sengaja menyebarluaskan foto dan berita untuk mencoreng namanya. Ia pun semakin sering mengirim pesan singkat berisi makian dengan kata-kata kasar bankan menyebut Fani dengan sebutan binatang.

Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan,” begitu bunyi salah satu SMS singkat Aceng kepada Fani.

Terlepas dari bagaimana kasus ini akan ditangani nanti, seharusnya pimpinan daerah seperti Aceng Fikri ini tidak pantas berlaku seenaknya terhadap kaum perempuan.

Apalagi, beredar kabar bahwa Aceng Fikri tidak hanya sekali ini saja menikah siri lantas menceraikan korbannya lewat SMS. Sebelumnya ia dirumorkan pernah menikah siri dengan gadis asal Karawang lalu bercerai lewat pesan singkat. (RN)

Comment di sini