Walau Sudah Cerai, Bupati Garut Masih Sayang Fani

by
December 4th, 2012 at 9:08 am

Garut (CiriCara.com)Aceng Fikri, Bupati Garut ternyata masih menyimpan rasa sayang dan rindu terhadap mantan istri yang hanya dinikahinya selama empat hari, Fani Oktora.

VIVAnews

“Saya sayang sama orangnya,” kata Aceng seperti dikutip Tempo.co pada Senin, 3 Desember 2012.

Bupati Garut ini sangat meyayangkan kondisi Fani yang menurutnya telah dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab seperti LSM dan sejenisnya. Berdasarkan pengakuannya Fani adalah gadis polos yang berasal dari kampung dan tidak tahu apa-apa soal hukum.

Aceng Fikri menikah dengan Fani pada tanggal 16 Juli 2012 di rumah sang Bupati di daerah Garut. Sejak saat itu  Fani memang telah sah  menjadi istri siri Aceng. Namun selang empat hari kemudian, Aceng menceraikan Fani dengan alasan bahwa wanita itu sudah tidak perawan.

Entah kenapa sang Bupati itu membantah tuduhan telah menceraikan mantan istrinya lewat pesan singkat. Ia berujar telah berbicara langsung kepada Fani dengan baik-baik sebelum memutuskan untuk bercerai.

Pernyataan ini disampaikan oleh Aceng kepada Fani sebelum dirinya berangkat umroh. Aceng berkata bahwa mantan istrinya itu dapat menerimanya dengan baik.

Sang Bupati juga sudah menepati janji dengan memberi uang untuk memberangkatkan Fani dan keluarga untuk umroh serta membiayai kuliah di jurusan kebidanan.

Aceng menambahkan lagi bahwa selama empat hari pernikahan mereka, Aceng hanya bertemu fisik dengan mantan istri yang baru berusia 18 tahun itu sebanyak dua kali. Setelah itu, Aceng memutuskan untuk berpisah dari wanita muda itu.

Namun semua yang diutarakan Bupati Garut ini berbeda dengan pernyataan korban, Fani. Fani mengatakan bahwa ia hanya diceraikan lewat SMS.

Pertemuan Fani dan Bupati Garut itu atas perantara seorang kyai. Gadis ini telah sebanyak dua kali bertemu dengan Aceng sebelum diceraikan. Fani mengaku mau menikah dengan Bupati karena pria itu mengaku telah menduda karena pisah ranjang selam dua tahun dari istri pertamanya.

Ulah Aceng terhadap Fani mendapat reaksi keras dari masyarakat. Bahkan di sebuah daerah di Garut, seorang warga yang marah menempeli foto Aceng di baliho dengan celana dalam. (RN)

Comment di sini