Waspada Penipuan Melalui SMS “Anak Anda Kecelakaan”

by
December 4th, 2012 at 4:49 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Seiring berkembangnya teknologi, aksi penipuan semakin menjadi-jadi. Setelah modus “Mama minta pulsa” yang tersebar melalui pesan singkat atau SMS, kini para penjahat beraksi dengan modus lain.

Diberitakan oleh Detik.com, telepon dan SMS “Mama, adek tabrakan“, atau “Anak Anda Kecelakaan” mulai sering menyasar nomor-nomor seluler. Jika ini terjadi, Anda jangan mudah percaya dan terjebak karena ini adalah modus penipuan baru.

Kejadian naas ini dialami oleh seorang Ibu yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara. Ia mendapat telepon dari seseorang yang menyebutkan bahwa anaknya telah mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.

Awalnya si Ibu tidak percaya, namun karena suara penipu dalam telepon sangat mirip dengan dokter di rumah sakit, Ibu ini lantas percaya dan mengirim uang untuk operasi anaknya.

“Terungkapnya pelaku penipuan melalui telepon. Ada penelepon mengaku dari sekolah, kemudian guru sekolah ini menelepon ibu berinisial SH warga Penjaringan mengatakan putranya kecelakaan dan perlu segera operasi, dan mengirim sejumlah uang untuk operasi. Kalau tidak percaya ini ada dokter yang menangani untuk meyakinkan korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Selasa 4 Desember 2012 seperti dikutip Detik.com.

Para pelaku bekerja sama dengan menyamar sebagai guru dan dokter gadungan. Hasilnya ia berhasil membuat si Ibu panik karena kebetulan ponsel anaknya sulit dihubungi.

Tak tanggung-tanggung, Ibu itu telah mengirim uang sebesar Rp. 20 juta demi “operasi” anaknya ke rekening rekan pelaku bernama Agus Setiawan, warga Sulawesi Selatan. Tapi akhirnya si Ibu berhasil menghubungi anaknya yang berada di sekolah dalam kondisi baik-baik saja.

Kejadian penipuan lalu dilaporkan ke polisi pada Senin, 26 November 2012 dan ditindaklanjuti oleh jajaran Kepolisian Polsek Penjaringan bersama Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya. Para pelaku utama bernama Agus Setiawan, Rendra, Nati, Bahrudin, Leni, dan Yoyo berhasil ditangkap.

Walau sudah tertangkap namun polisi akan terus mengembangkan kasus karena pelaku lain bernama Erni dan Jon Amir masih diselidiki. Sedangkan dari para pelaku yang tertangkap, berhasil disita ratusan kartu ATM, buku tabungan dari berbagai bank besar, 4 handphone, uang puluhan juta rupiah, dan bukti struk transaksi ATM.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (RN)

Comment di sini