Dihukum Mati, Pria Ini Nekat Bersumpah Sambil Injak Alquran

by
December 5th, 2012 at 4:08 pm

Tangerang (CiriCara.com) – Masih ingat dengan kasus pembunuhan seorang mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Izzun Nahdiiyah pada bulan April 2012 lalu?

Salah seorang pelaku pembunuhan Izzun bernama Muhamad Soleh alias Oleng dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum atas kasus pembunuhan berencana dan perkosaan. Namun Oleng membantah tuduhan telah memperkosa Izzun hingga nekat bersumpah sambil menginjak Alquran.

Merdeka

Peristiwa penginjakan Alquran ini terjadi dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Dari keenam terdakwa yang membunuh Izzun, hanya Oleng yang mendapat hukuman mati. Teman Oleng lainnya seperti Noriv, Endang alias Dono, Jarsip alias Jarkem, Candra, dan Oreg dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Dilansir dari Merdeka.com, Jaksa Penuntut Umum, Lukman Hakim menyatakan Oleng telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan pidana mati.

Setelah dijatuhi hukuman mati itu, Hakim Majelis yang diketuai Mahri Hendra dengan Hakim Anggota Bambang Edi dan Toga Napitupulu meminta Oleng untuk memberikan pembelaan.

Namun tiba-tiba Oleng mengambil Alquran yang ada di meja hakim. Ia menaruh Alquran di lantai lalu menginjaknya sambil mengucapkan sumpah.

“Demi Allah dan Rasullullah, saya tidak melakukan pemerkosaan,” seru Oleng.

Oleng lalu diseret oleh beberapa polisi di ruang sidang sehingga ia kembali duduk di kursi terdakwa. Di luar, Oleng mengatakan alasannya menginjak Alquran. Ia kesal karena dituduh telah memperkosa korban.

“Saya memang membunuh, tetapi tidak memperkosa. Bahkan saya juga membunuh sendirian, tidak dengan teman-teman saya. Mereka adalah korban fitnah,” jelas Oleng lagi.

Oleng mengenal Izzun karena pacar Izzun yang bernama Indra adalah tetangga mertuanya. Tanpa sepengetahuan Izzun, Indra menyuruh Oleng menjual laptop milik pacarnya itu ke teman Oleng.

Karena laptopnya dijual, Izzun lalu curhat kepada Oleng yang mengaku dengan nama Jerry. Sebelumnya Izzun tidak tahu bahwa Oleng atau Jerry adalah orang yang menjual laptop miliknya.

Pada hari pembunuhan, Oleng dan Izzun sepakat bertemu untuk mencari laptop pengganti. Pertemuan direncanakan pada pukul 14.00 WIB namun mundur hingga pukul 20.00 WIB. Sampai saat itu Izzun tidak tahu bahwa Oleng telah menjual laptopnya.

Oleng memakai berbagai cara agar bisa memperoleh kredit laptop termasuk menghubungi Norif, tersangka lain yang bekerja di Columbia untuk kredit laptop. Namun karena ia pernah menunggak cicilan sepeda motor, ia tak berhasil memperoleh kredit laptop.

Di tengah  perjalanan, Izzun meminjam ponsel Jerry yang akhirnya diketahui bernama asli Oleng. Izzun marah dan mengancam akan melaporkan dirinya ke polisi.

Karena terus mengancam akan melaporkan ke polisi, Oleng lalu membunuh Izzun. Namun ia menyangkal semua dugaan pemerkosaan karena sebelum bertemu dengan Oleng, Izzun mengaku bertemu dengan pria lain bernama Riko.

Fesbuk Banten News

Oleng terpaksa menginjak Alquran karena tuduhan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum berbeda dengan yang ia lakukan.

Ferdinan Montororing sebagai kuasa hukum terdakwa mengatakan para pelaku mau mengakui perbuatan mereka dalam BAP karena disetrum dan dipukuli oleh para polisi. Pemukulan sempat terungkap dan diakui oleh penyidik.

Sementara itu menurut versi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Izzun dibunuh setelah diperkosa di rumah Oleng pada Jumat, 6 April 2012 pukul 21.00 WIB.

Kedua tersangka lain, Oreg dan Norif yang saat itu sedang berada di tempat Oleng Kampung Garedog RT 1 RW 5 Desa Rancabuaya Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, menawarkan obat sakit kepala dan minuman bersoda kepada Izzun yang sedang mengaku sakit kepala.

JPU mengatakan bahwa Izzun lantas tak sadarkan diri dan diperkosa oleh keenam terdakwa. Karena Izzun mengancam akan melaporkan ke polisi, mahasiswi itu lantas dibunuh di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggunakan golok.

Kedua versi ini masih menjadi perdebatan namun putusan hakim sudah dijatuhkan. Siapa yang benar dan siapa yang salah akan diketahui cepat atau lambat. Sidang Oleng dan terdakwa lain akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengar pembelaan terdakwa. (RN)

Comment di sini