Dianiaya, Istri Bunuh Suami Jadi-jadian

by
December 6th, 2012 at 10:01 am

CiriCara.com – Tindak kekerasan dalam rumah tangga, atau yang lebih akrab didengar dengan sebutan KDRT, memang sudah sering mewarnai berbagai hubungan suami-istri.

Kekerasan lebih sering dialami oleh istri karena suaminya yang brutal dan hobi memukul. Namun, bagaimana kalau ternyata suami yang menganiaya, ternyata “suami jadi-jadian”?

ID TV/Daily Mail

Wanita malang asal Kanada, Elizabeth Rudavsky nekat menusuk “suami”-nya yang sadis hingga tewas, tahun 2003 lalu. Hal tersebut dikarenakan sang suami yang bernama Angelo Heddington, sudah sering melakukan kekerasan pada Elizabeth.

Baru 7 bulan menjalani pernikahan tersebut, Elizabeth sudah menerima banyak siksaan dari suami yang katanya “mencintainya”. Jika Elizabeth tidak memasak dengan cepat, atau tidak cepat menjawab pertanyaan Angelo, maka siksaan pun datang bertubi-tubi.

Bahkan, Angelo sempat mengancam akan membunuh seluruh keluarga Elizabeth. Di malam sebelum Angelo meninggal, saat itu Elizabeth kembali dianiaya olehnya. Setelah beberapa saat, dia bisa melepaskan diri, dan lari ke dapur untuk mengambil pisau.

Elizabeth nekat untuk melakukan perlawanan dengan menusuk Angelo pada bagian perutnya. Setelah kejadian itu, kebenaran baru terungkap.

Tim medis menemukan penis palsu di balik celana yang dikenakan Angelo saat membawanya ke rumah sakit.

Terkait dengan bukti tersebut, Elizabeth mengaku bahwa Angelo yang terlahir dengan nama Angela, tidak pernah mau berhubungan saat lampu menyala, atau dalam keadaan terang, karena dia pernah mengatakan bahwa mantan pacarnya pernah sangat marah padanya, hingga membakar kelaminnya itu.

Sedangkan pada buku Cruel and Unusual Idiots: Chronicles of Meannes and Stupidity, sang mantan pacar menjelaskan bahwa tangan Angela sangat halus seperti tangan wanita, tapi dia selalu menutupinya dengan bergaya layaknya seorang pria, yaitu dengan memasukkan tangannya ke saku celana.

Namun, penyelidikan pihak berwajib membuktikan bahwa sebenarnya Angela sudah bertingkah seperti pria sejak usia 14 tahun. Dia bisa menjalin hubungan, baik dengan pria maupun wanita.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Elizabeth murni dianggap sebagai upaya melindungi diri dari penjahat, sehingga tuduhan pembunuhan tingkat dua yang dibebankan pada Elizabeth, akhirnya ditarik kembali.

(yk)

Daily Mail

Comment di sini