Islah, Bupati Garut dan Fani Sepakat Berdamai

by
December 6th, 2012 at 9:02 am

Garut (CiriCara.com) – Akhirnya, Aceng Fikri, Bupati Garut datang dan minta maaf secara langsung kepada mantan istrinya, Fani Oktora.

Pertemuan itu dilaksanakan oleh keluarga Fani di Pondok Pesantren Al Fadhillah 2 di Kampung Bakom RT 2 RW 6, Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Pertemuan antara Bupati Garut dan Fani disaksikan oleh KH Rd. Heri Jawari, pimpinan Pondok Pesantren Al Fadhillah 2 serta alim ulama di daerah itu antara lain Asep Maher, dan Maman Suparman.

Seruu

KH Rd. Heri Ahmad Jawari mengatakan bahwa setelah Bupati meminta maaf secara langsung, Fani dan keluarganya akhirnya memberi maaf secara ikhlas. Keduanya menyatakan bahwa permasalahan sudah diselesaikan dengan islah.

Inti dari islah antara Bupati dan Fani adalah saling meyadari dan memahami terkait pernikahan dan perceraian yang telah dialami keduanya. Mereka berdua sepakat tidak akan lagi menuntut secara hukum.

Asep Maher, seorang yang menemani Bupati untuk menemui keluarga Fani mengatakan bahwa munculnya pernikahan dan perceraian Fani disebabkan karena buntunya komunikasi antara dua pihak. Akibatnya masalah itu muncul ke permukaan dan menjadi isu nasional.

Keluarga Fani dan Fani sendiri datang ke Al Fadillah 2 setelah difasilitasi oleh Asep Maher, Maman Suparman serta KH Rd. Heri Ahmad Jawari. Wanita muda ini mengatakan telah memaafkan Aceng dan mencabut laporannya di Mabes Polri.

“Saya memaafkan mantan suami saya Aceng H.M. Fikri dan akan mencabut laporan ke Mabes Polri karena sudah saling memafkan dan sudah islah,” kata Fani tegas memberikan jawaban permintaan maaf ke mantan suaminya.

Kedua orang tua Fani juga mengatakan bahwa perseteruan yang terjadi antar keluarganya dan keluarga Bupati sudah usai dan kedua belah pihak tidak akan saling menuntut. Permasalahan secara resmi telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Sementara itu Bupati Garut juga akan membatalkan niatnya untuk menggugat balik Fani. Permasalahan antara keduanya sudah selesai, meski begitu nama Aceng sudah terlanjur tercemar karena ulahnya menikah kilat dengan Fani telah dianggap sebagai pelecehan terhadap kaum perempuan. (RN)

Comment di sini