Pasangan Ini Hanya Nikah Siri Selama 13 Jam

by
December 6th, 2012 at 12:00 pm

Gowa (CiriCara.com) – Ternyata rekor Bupati Garut, Aceng Fikri yang menikahi wanita muda 18 tahun selama empat hari masih kalah dibandingkan pasangan asal Gowa, Sulawesi Selatan ini.

HM Yunus bin Jafar, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Makassar menikah di bawah tangan dengan wanita berusia 47 tahun bernama Wiwi Sudiarti binti Soewardi yang bekerja di bidang marketing sebuah perusahaan jasa di Makassar.

Yang paling mengejutkan, usia pernikahan PNS pejabat publik Kementerian Perhubungan ini hanya 13 jam saja.

“Pagi kami menikah di depan imam di Sungguminasa, malamnya dia (Yunus) menceraikan saya hanya lewat handphone,” kata Wiwi di Kantor Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel, Jalan Hertasning No 2, Makassar, Rabu, 5 Desember 2012 seperti dikutip Tribunnews.com.

Sementara itu akad nikah kedua pasangan ini terjadi pada tanggal 9 Oktober 2012 di BTN Andi Tonro 14/28, Sungguminasa.

Dalam akad nikah itu, imam nikah mengatakan bahwa tak ada surat nikah antara keduanya, hanya ada selembar kertas HVS yang ditempel materai Rp. 6.000 serta tanda tangan imam seorang saksi nikah.

Wiwi, mengaku Yunus menceraikannya lewat telepon tepat 13 jam setelah menikah. Yunus menceraikan Wiwi dengan alasan karena mereka berdua sudah tak cocok lagi. Talak cerai dari Yunus keluar saat mereka berpisah dari hotel.

Mengetahui talak cerai itu, Wiwi mengaku tertipu. Saat menikahi Wiwi, Yunus mengaku sudah meminta izin dari istrinya, padahal sebenarnya Yunus masih memiliki seorang istri sah yang telah memberinya anak.

Ketika dikonfirmasi kepad pihak laki-laki, Yunus belum memberi konfirmasi resmi tentang penipuan dalam rumah tangga sampai saat ini.

Sebelum dicerai, Yunus juga berjanji pada Wiwi untuk membuat akta perkawinan, membelikan rumah, dan memberangkatkan umroh. Namun janji ini semua batal karena Yunus lalu menceraikan Wiwi lewat telepon.

Karena tidak diterima diperlakukan seperti tiu, Wiwi berniat akan meuntut Yunus. Ia meminta ganti rugi atas pernikahan kilatnya itu senilai Rp. 10 juta.

Ustad Juraizd Hijaz yang menjadi imam nikah Yunus dan Wiwi membenarkan tentang adanya pernikahan 13 jam. Ia tidak mengetahui bahwa sang mempelai pria sudah beristri dan memiliki dua orang anak.

Saat pernikahan berlangsung, menurut Ustad itu, ada saksi berupa keluarga dan pesta juga diselenggarkan di rumah mempelai perempuan. Saat itu memang Wiwi tidak mendapatkan surat nikah karena pernikahannya berlangsung secara siri.

Kasus pernikahan 13 jam ini menjadi contoh bahwa banyak pernikahan yang hanya dijadikan kedok untuk keinginan tertentu tanpa memandang makna sesungguhnya dari pernikahan.

Selain Wiwi-Yunus dan Bupati Garut-Fani, masih ada pasangan-pasangan lain yang mungkin juga melakukan nikah siri secara kilat, beberapa di antaranya adalah petinggi daerah tertentu. (RN)

Comment di sini