Pengusaha Dipenjara Gara-gara Bayar Rendah Karyawan

by
December 6th, 2012 at 10:58 am

Banyuwangi (CiriCara.com) – Pengusaha tidak boleh menyepelekan pemberian Upah Minimum Provinsi (UMP) kepada para karyawan.

Jika nekat, mungkin nasib mereka akan seperti salah satu pengusaha di Jawa Timur ini yang berakhir di penjara.

Di Banyuwangi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, memberi hukuman satu tahun penjara kepada Direktur Keuangan PT Maya Muncar, Agus Wahyudin.

Hukuman ini dijatuhkan karena Agus terbukti bersalah telah membayar upah di bawah angka upah minimum Kabupaten Banyuwangi kepada 449 karyawannya.

Terdakwa juga dikenai denda sebesar Rp. 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Agus dinilai telah melanggar Pasal 90 ayat 1 UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juncto Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 69 tahun 2009 tentang UMK tahun 2013.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan membayar upah tidak sesuai UMK,” kata Made Sutrisna, Ketua Majelis Hakim pada Rabu, 5 Desember 2012.

Vonis majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum, Hari Utomo yang menuntut terdakwa dengan satu tahun penjara. Masalah pemberian gaji di bawah UMP ini dilaporkan oleh serikat pekerja PT. Maya Muncar.

Dari ratusan pekerja itu, 449 orang adalah tenaga lepas dengan upah Rp. 28 ribu per hari. Dalam satu bulan, para buruh itu hanya menerima upah Rp. 700.000.

Upah tersebut tentu jauh dibawah aturan UMP yang sebenarnya. Dalam Pergub Jatim No 69 Tahun 2009, UMK Kabupaten Banyuwangi untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp. 824.000 per bulan.

Setelah vonis dibacakan, ratusan buruh yang bekerja untuk PT Maya Muncar yang menggelar aksi unjuk rasa langsung memprotes tindakan hakim. Mereka mendesak agar terdakwa langsung ditahan.

Saat vonis berlangsung, suasana di gedung pengadilan riuh karena orasi buruh. Massa bahkan sempat mengejar terdakwa yang keluar dari ruang sidang. Masa tetap bertahan di gedung pengadilan sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh hakim.

Pengusaha naas yang ditahan karena masalah UMP ini layaknya menjadi cambukan bagi setiap pengusaha di Indonesia agar membayar para karyawan sesuai dengan haknya. Tapi tampaknya di kota besar seperti Jakarta, UMP senilai Rp. 2,2 juta menjadi beban tersendiri bagi para pengusaha karena masih dinilai terlalu tinggi. (RN)

Comment di sini