Apa Perbedaan Redenominasi dan Sanering Rupiah?

by
December 7th, 2012 at 3:19 pm

CiriCara.com – Penyederhanaan nilai nominal uang atau redenominasi yang dilemparkan oleh Bank Indonesia hingga saat ini belum juga dilakukan. Padahal, rencananya akan dimulai pada bulan Desember 2012.

Rencana redenominasi rupiah ini memang menimbulkan kepanikan, bahkan masyarakat khawatir bahwa nilai uang mereka akan turun dan menjadi tidak bernilai. Padahal, redenominasi itu hanya mengurangi digit mata uang saat ini tanpa mengurangi nilai mata uang itu.

Untuk mencegah salah pengertian antara redenominasi dengan sanering rupiah, sebaiknya Anda bisa menyimak rincian berikut ini yang dicuplik dari Redenominasirupiah.com:

1. Dilihat dari pengertiannya

Redenominasi rupiah adalah menyederhanakan pecahan mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan mengurangi digit (angkan nol) tanpa mengurangi nilai mata uang itu. Misalnya, Rp. 5ooo menjadi Rp. 5. Redenominasi juga dilakukan pada barang-barang yang dijual di pasaran sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.

Senering rupian adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga barang-barang sehingga daya beli masyarakat menurun.

2. Dampaknya bagi masyarakat

Jika dilihat dari dampaknya, maka redenominasi tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama. Sedangkan, sanering akan menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis.

3. Dilihat dari tujuannya

Tujuan redenominasi rupiah adalah menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman melakukan transaksi. Selain itu, untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional. Sedangkan, tujuan sanering adalah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Sanering dilakukan karena terjadi inflasi yang sangat tinggi.

4. Nilai uang terhadap barang

Nilai uang terhadap barang ketika adanya redenominasi adalah tidak berubah karena cara penyebutan dan penulisan pecahan uangnya saja yang berbeda. Tapi, pada sanering nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil karena yang dipotong adalah nilainya.

Misalnya, bila terjadi redenominasi 3 digit, maka uang Rp. 10 bisa Anda belikan satu bungkus rokok. Tapi, jika terjadi sanering satu bungkus rokok dengan harga Rp. 10 tidak bisa lagi Anda dapatkan.

5. Kondisi saat dilakukan pada redenominasi 

Redenominasi dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi berkembang dan inflasi terkendali. Sedangkan sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi.

6. Masa transisi

Mensosialisasikan redenominasi dilakukan secara matang dan terukur serta sampai masyarakat siap agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat. Sedangkan sanering dilakukan secara tiba-tiba.

Itulah perbedaan antara redenomiasi dan sanering rupiah. Semoga bermanfaat. (NR)