Bupati Garut Diduga Pernah Memeras Rp 250 Juta

by
December 7th, 2012 at 11:24 am

Garut (CiriCara.com) – Kasus Aceng tidak hanya berhenti pada pernikahan kilatnya dengan Fani Oktora, wanita muda 18 tahun yang diceraikan 4 hari setelah menikah siri dengannya.

Aceng HM Fikri kembali dilaporkan ke Polda Jawa Barat karena dugaan penipuan dan pemerasan. Karena kasus ini, Aceng akan menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat pada hari ini, Jumat, 7 Desember 2012.

Diberitakan oleh Tempo.co, Komisaris Besar, Martinus Sitompul mengatakan bahwa Aceng Fikri semula dijadwalkan akan diperiksa di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Polda pada Kamis, 6 Desember 2012. Namun karena yang bersangkutan sibuk maka pemeriksaan Aceng diundur hingga hari ini.

Aceng Fikri hari ini akan diperiksa dalam kasus dugaan penipuan dan pemerasan yang dilaporkan oleh Asep Rahmat Kurnia Jaya. Asep adalah seorang calon yang gagal menggantikan Dicky Chandra untuk menduduki kursi Wakil Bupati Garut.

Aseng mengadukan Aceng dan Chep Maher, tangan kanan Aceng, ke Polda Jawa Barat karena pernah dimintai uang senilai Rp. 500 juta. Permintaah uang itu dilakukan oleh Chep Hermawan yang diutus Aceng.

Uang sebanyak itu rencananya akan menjadi jaminan supaya dia dapat masuk dalam nominasi calon Wakil Bupati Garut untuk menggantikan Dicky Chandra.

Karena tergoda dengan tawaran itu, Asep lalu menyetor uang senilai USD 25 ribu ke kediaman Aceng di Kampung Copong, Kecamatan Garut Kota pada 12 April 2012.

“Jadi, yang saya berikan ke Ceng Fikri itu sekitar Rp 250 juta atau USD 25 ribu,” kata Asep kepada Tempo.co.

Tak cukup dengan uang sebesar itu, Bupati Garut yang telah dua kali tersangkut skandal nikah kilat ini lalu kembali menyuruh utusannya mendatangi Asep di Cipanas, Garut untuk meminta uang senilai Rp. 1,4 miliar sebagai syarat terakhir Asep agar lolos menjadi Wakil Bupati. Tapi Asep tak menggubris permintaan itu.

Namun belakangan, Asep terbukti gagal terpilih menjadi Wakil Bupati Garut. Padahal Aceng sempat berjanji akan mengembalikan uang pemberian Asep jika pria itu tidak terpilih menjadi Wakil Bupati Garut.

“Tapi sampai sekarang pun uangnya tidak juga dikembalikan oleh Ceng Fikri. Makanya saya kemudian lapor ke Polda karena ada dugaan Aceng telah melakukan penipuan dan pemerasan kepada saya,” katanya lagi.

Status Aceng Fikri dalam pemeriksaan yang akan dilakukan hari ini masih sebagai seorang saksi atas dugaan pemerasan itu. Sementara itu saat Bupati Garut dikonfirmasi mengenai hal ini, yang bersangkutan belum bisa memberi jawaban. (RN)

Comment di sini