Kisah Mallarangeng Bersaudara yang Terjerat Korupsi Hambalang

by
December 7th, 2012 at 5:21 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Status Andi Mallarangeng kini bukan lagi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ataupun Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat. Kini ia resmi menjadi seorang tersangka kasus korupsi proyek Hambalang.

Antara

Andi Mallarangeng tidak sendiri karena ia diduga bekerja sama dengan adik kandungnya, Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel dalam ‘menyembunyikan’ uang yang bukan haknya itu.

Dilansir dari SuaraPembaruan.com, Andi Mallarangeng dan Choel sama-sama aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat. Andi aktif sebagai kader dan pengurus partai sedangkan Choel membantu elektabilitas partai lewat lembaga konsultan FOX yang kini telah ditutup.

Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang untuk tahun anggaran 2010 hingga 2012. Ia terancam dengan hukuman 20 tahun penjara.

Andi telah melangar Pasal 2 dan 3 UU Tipikor tentang dugaan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi dengan cara menyalahgunakan kewenangan yang telah merugikan keuangan negara.

Choel diduga ikut dalam korupsi proyek ini karena ia diduga menjadi perantara penerimaan uang untuk Andi Mallarangeng.

Fakta ini diungkap oleh Muhammad Nazaruddin yang pernah menuding bahwa Andi menerima Rp 20 miliar dari PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek Hambalang lewat adiknya, Choel.

Menurut kesaksian Nazaruddin, Andi menerima sejumlah uang dari Mahfud Suroso pemilik saham PT Dutasari Citralaras, subkontraktor dari PT Adhi Karya untuk membangung sport center Hambalang.

Uang sebesar Rp 100 miliar dibawa oleh Mahfud Suroso. Namun, ternyata jumlah senilai Rp. 50 miliar diserahkan ke Yulianis untuk kongres Partai Demokrat di Bandung awal tahun 2010.

Sementara Rp 50 miliar sisanya diserahkan Mahfud Suroso ke DPR RI dan beberapa orang termasuk ke Andi Mallarangeng. Andi sendiri menurut Nazaruddin telah menerima Rp. 20 miliar.

Keterangan Nazaruddin ini diperkuat dengan keterangan Mindo Rosalina Manullang atau Rosa yang pernah mengeluarkan dana sebesar Rp. 20 miliar untuk mendapatkan proyek Wisma Atlet SEA Games dan proyek pembangunan sport center Hambalang di Kempora.

Choel yang diduga menerima uang bahka sempat membeli mobil mewah, tidak lama setelah ia diduga menerima uang suap. Choel membeli mobil mewah bemerk Ferari seri California berwarna merah.

Tapi ketika ditanya tentang mobil dan rumah mewah milik Choel di persidangan, Andi mengatakan bahwa hal tersebut adalah wajar.

“Setahu saya, dia punya usaha yang banyak. Sebagai pengusaha terampil. Punya banyak kendaraan,” jawab Andi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta hari ini, Jumat, 7 Desember 2012.

Tapi sebagai kakak, Andi tetap mengakui bahwa adiknya pernah menerima uang dari proyek Hambalang. Namun menurut Andi Mallarangeng, Choel menolak tawaran uang itu.

Choel pun menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima uang dari proyek pembangunan sport center di Hambalang. Bahkan Choel mengaku bahwa ia sama sekali tidak tahu soal proyek Hambalang

Entah benar atau tidak tudingan Nazaruddin kepada Andi dan adiknya, Choel, kini keduanya harus berhadapan dengan pasal-pasal pidana tindak korupsi. Untuk menentukan langkah KPK selanjutnya, sidang akan tetap dilanjutkan untuk mengusut kasus Hambalang ini. (RN)

Comment di sini