Komentar SBY Soal Skandal Bupati Garut

by
December 7th, 2012 at 10:21 am

Jakarta (CiriCara.com)Skandal Bupati Garut, Aceng Fikri ternyata tidak hanya menarik perhatian masyarakat tapi juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketika kabar pernikahan kilat dan Sang Bupati Garut semakin memanas, Presiden SBY telah meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk menangani kasus Bupati Garut, Aceng Fikri.

Ia menganjurkan agar penanganan kasus ini dapat memenuhi rasa keadilan terutama bagi kaum perempuan. Hal ini terkait dengan kontroversi pernikahan kilat Aceng Fikri dengan seorang wanita muda berusia 18 tahun yang diiming-imingi dengan sejumlah imbalan.

Presiden juga mengatakan bahwa penanganan yang tepat, cepat, dan tuntas harus dilakukan karena telah menyangkut etika dan norma yang seharusnya diemban seorang pejabat dari masyarakat.

“Negeri ini tentu memiliki etika, tata krama, dan norma-norma kepatutan yang perlu dilakukan kita semua, apalagi sebagai seorang pejabat pemerintah yang mengemban amanah. Jangan diambil sepele persoalan ini, saya minta ditangani dengan cepat dan tuntas, tetapi tidak perlu secara emosional, tetapi mendidik dan tentu memberikan ketegasan kepada semua bahwa norma, etika, dan tata krama perlu ditegakkan di negeri ini,” ujar Presiden seperti dikutip Kompas.com.

Untuk mengarah kepada langkah yang lebih jauh, Presiden SBY juga mengatakan bahwa ia sedang menunggu laporan dari Mendagri yang telah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat.

Ia meminta agar laporan yang disampaikan kepadanya bisa tepat dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak terutama kaum wanita karena kasus itu termasuk dalam kasus pelecehan wanita.

Aceng Fikri menjadi buah bibir di masyarakat selama dua pekan terakhir ini setelah skandal pernikahan kilatnya dengan Fani Oktora terbongkar.

Ketika menikahi Fani, Bupati Garut ini mengumbar janji akan memberangkatkan umroh dan membiayai renovasi rumah serta biaya kuliahnya. Namun akhirnya, Fani dicerai dalam waktu 4 hari dari pernikahan karena dianggap sudah tidak lagi perawan. (RN)

Comment di sini