Sakit, Bupati Garut Batal Datang ke Polda Jabar

by
December 7th, 2012 at 4:21 pm

Garut (CiriCara.com) – Mungkin karena banyak masalah yang mendera Bupati Garut, Aceng Fikri, pria ini jatuh sakit dan terpaksa tidak menghadiri panggilan dari Polda Jawa Barat.

Diberitakan oleh Tribunnews.com, kondisi Aceng sempat drop pada Jumat, 7 Desember 2012. Kabar mengenai kesehatan Aceng yang menurun ini dibenarkan oleh Ujang Suja’i, kuasa hukum Aceng Fikri.

“Harus istirahat. Kecapean mungkin, karena mungkin banyak agenda. Kata dokter harus dirujuk ke rumah sakit. Tapi, ya istirahatnya di pendopo. Ini panggilan pertama sebagai saksi,” kata Ujang kepada Tribunnews.com.

Tempo

Aceng hari ini seharusnya dijadwalkan untuk memenuhi panggilan Polda Jabar untuk menjadi saksi atas laporan Asep Rahmat, pelapor yang melapor ke Polda Jabar pada Kamis, 10 Mei 2012. Dalam laporan bernomor LPB/381/V/2012/Jabar itu terlapor Aceng Fikri dan Chep Maher.

Aceng Fikri dan asistennya itu dilaporkan terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pemerasan terhadap Asep senilai Rp. 250 juta.

Sebelumnyaa, Asep menyebut bahwa pada tanggal 12 April 2012 lalu, ia datang ke rumah kediaman Aceng di Copong, Sukamantri, Garut Kota, Garut, Jawa Barat.

Saat itu, Chep meminta uang sebesar Rp. 500 juta sebagai uang titipan untuk jaminan pendaftaran masuk dalam pemilihan calon Wakil Bupati Garut baru.

Asep mengaku telah menyerahkan uang sebanyak USD 25 ribu atau sekitar Rp. 250 juta langsung kepada Aceng. Merasa kurang, Aceng kembali mendatangi Asep di Hotel Banyu Artha Cipanas, Garut untuk menyampaikan syarat terakhir berupa permintaan uang Rp. 1,4 miliar agar lolos menjadi Wakil Bupati Garut. Tapi permintaan terakhir ini tidak ditanggapi Asep.

Namun faktanya, Asep tetap tidak lolos menjadi Calon Wakil Bupati Garut. Karena masalah inilah, Asep merasa telah ditipu dan diperas oleh Aceng Fikri dan stafnya.

“Tapi sampai sekarang pun uangnya tidak juga dikembalikan oleh Ceng Fikri. Makanya saya kemudian lapor ke Polda karena ada dugaan Aceng telah melakukan penipuan dan pemerasan kepada saya,” katanya Asep seperti dikutip oleh Tempo.co.

Dimulai dengan kasus pernikahan kilatnya dengan wanita muda berusia 18 tahun, Fani Oktora, kini tampaknya Aceng Fikri harus bersiap menghadapi terbongkarnya kasus-kasus lain seperti korupsi dan pemerasaan. Tak tanggung-tanggung, menurut LSM di Garut, Aceng diduga pernah terlibat 7 kasus korupsi. (RN)

Comment di sini