Andi Mallarangeng Tak Pernah Beri Proyek ke Keluarga

by
December 10th, 2012 at 9:57 am

Jakarta (CiriCara.com) - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng ternyata dianggap sebagai orang kikir oleh Andi Mattalatta, koleganya.

Bahkan menurut Mattalatta, jika ada kerabat dari Makassar atau keluarga yang meminta proyek atau jabatan, Andi Mallarangeng selalu menolaknya.

“Saya kaget mengapa dia bisa terkena kasus ini (Hambalang),” kata Mattalatta sang mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di depan rumah dinas Menteri, Jalan Widya Chandra III/14, Jakarta, Sabtu malam, 8 Desember 2012 seperti dikutip Tempo.co.

Andi Mallarangeng resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK atas kasus korupsi proyek Hambalang. Andi Mallarangeng juga dicegah agar tidak bepergian ke luar negeri selama enam bulan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak 6 Desember 2012 lalu.

Pencegahan Andi Mallarangeng untuk bepergian ke luar negeri ini terkait dengan penyelidikan kasus korupsi proyek Hambalang di Bogor yang sedang ditangani KPK. Sebelum ditetapkan menjadi tersangka, KPK telah berulang kali memeriksa Andi sebagai saksi.

Selain Andi Mallarangeng, adik kandung Andi, Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel juga diperiksa atas keterkaitannya dengan kasus korupsi Hambalang. Meski tidak secara langsung, namun Choel dianggap menjadi perantara transaksi uang senilai Rp 20 miliar yang merupakan hasil korupsi proyek Hambalang.

Mengetahui Andi Mallarangeng ditetapkan menjadi tersangka, Mattalatta mengaku heran. Ia menganggap hal tersebut sebagai musibah bagi keluarga Mallarangeng.

Namun kolega mantan Menpora ini sangat menghargai langkah Andi yang mengundurkan diri dari kursi Menpora saat ditetapkan menjadi tersangka. Menurut Mattalatta, masih jarang ada seorang menteri yang mengundurkan diri dari kursi kementerian saat terlibat kasus.

Sebelumnya setelah resmi ditetapkan jadi tersangka, Andi Mallarangeng terancam hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan telah memperkaya diri sendiri dan satu korporasi. (RN)

Comment di sini