Aceng Fikri Didesak Anggota DPR untuk Mundur

by
December 12th, 2012 at 9:47 am

Jakarta (CiriCara.com) – Mungkin Bupati Garut, Aceng Fikri tidak akan pernah menyangka bahwa ulahnya menikah kilat dengan Fani Oktora akan berdampak panjang.

Kini setelah didesak oleh rakyat Garut untuk mundur lewat berbagai aksi unjuk rasa, Aceng Fikri juga diminta oleh anggota DPR agar tidak lagi menjabat sebagai Bupati Garut.

Antara

Lewat rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi pada Selasa, 11 Desember 2012 kemarin, anggota DPR sempat menyinggung masalah Bupati Garut ini meski rapat yang diadakan adalah rapat tentang pembahasan anggaran 2013.

Nurul Arifin, anggota DPR RI dari fraksi Golkar terlihat paling antusias dalam mengomentari tingkah laku Aceng Fikri. Ia mempertanyakan keterlambatan pemberian sanksi kepada Aceng Fikri oleh Mendagri, Gamawan Fauzi.

“Saya mau interupsi soal Aceng yang saat ini kok terlihat menurun. DPRD di sana seperti masuk angin dalam menegakkan kode etik,” kata Nurul seperti dikutip oleh Kompas.com.

Nurul mengungkapkan bahwa Aceng sudah jelas melakukan tindak pidana Undang-Undang Perkawinan dengan pernikahan kilat itu. Walau begitu DPRD justru tidak langsung merekomendasikan pemberhentian Aceng Fikri ini ke Mahkamah Agung.

Nurul Arifin yang merasa telah mewakili banyak perempuan mendesak agar orang nomor satu di Garut ini mendapat pelajaran dengan cara diberhentikan dari jabatannya.

Menanggapi desakan ini, Gamawan Fauzi menyatakan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dalam menyikapi aksi Bupati Garut. Gamawan menerangkan bahwa pemerintah sudah menurunkan tim khusus Kemendagri untuk mengusut kasus tersebut.

Nantinya, hasil temuan tim khusus ini akan diberikan kepada DPRD Garut agar bisa dipertimbangkan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Aceng Fikri menjadi sorotan pada pertengahan pada akhir November lalu karena telah menikah kilat dengan wanita muda berusia 18 tahun, Fani Oktora, selama 4 hari dari tanggl 16 Juli hingga 19 Juli 2012.

Aceng menceraikan Fani dengan tiga alasan. Alasan yang paling menyakitkan Fani dan keluarganya adalah menuduh Fani sudah tidak lagi perawan.

Tindakan Aceng ini telah melanggar peraturan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdangangan Manusia karena telah menjanjikan imbalan tertentu agar si korban mau dinikahi.

Namun menyikapi kasus ini, Aceng Fikri dengan jelas menyatakan bahwa ia dan keluarga Fani Oktora sudah menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

“Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sejak 16 Agustus 2012 dengan surat kesepakatan di atas meterai, dengan kompensasi nominal tertentu. Mungkin ada pihak yang mau menghancurkan nama baik saya jelang Pemilihan Bupati Garut 2013 nanti,” kata Aceng saat melakukan jumpa pers di Garut, Rabu, 28 November 2012 seperti dikutip Kompas.com.

Walau dinyatakan telah islah dengan keluarga Fani dan berdamai namun Bupati Aceng kembali didera masalah lain. Ia diisukan pernah menikah siri selama dua bulan dengan wanita berusia 22 tahun asal Karawang, Shinta Larasati.

Tidak hanya itu, Aceng juga dituduh pernah memeras seorang warga beranama Asep sebesar USD 25.000 dalam rangka pencarian calon pengganti mantan Wakil Bupati Garut, Dicky Candra beberapa waktu lalu. (RN)

Comment di sini