Alasan Mantan Menteri Malaysia Hina Habibie

by
December 12th, 2012 at 8:52 am

Jakarta (CiriCara.com) – Tindakan mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin yang menulis tajuk rencana di surat kabar nasional Utusan Malaysia membuat masyarakat Indonesia geram.

Dalam tajuk rencana itu, Zainudin menyebut B.J. Habibie sebagai seorang pengkhianat bangsa. Ternyata dengan tulisan itu, Zainudin bertujuan untuk menunjukkan campur tangan Habibie dalam urusan dalam negeri Malaysia.

“Tujuannya adalah untuk menunjukkan campur tangan Habibie dalam urusan Malaysia dari semasa ke semasa,” kata Zainudin seperti dikutip Tempo.co, Selasa, 11 Desember 2012.

Zainudin mengatakan bahwa ketika Anwar Ibrahim tidak mendapat dukungan di Malaysia karena menentang Mahatir Muhammad, Habibie sering diundang ke Malaysia untuk mendukung Anwar.

Saat itu, Anwar ingin menunjukkan bahwa ia masih mendapat dukungan dari Indonesia lewat Habibie walaupun Habibie sendiri tidak lagi didukung di Indonesia.

Tulisan Zainudin tentang Habibie itu dimuat dengan judul “Persamaan Habibie dengan Anwar Ibrahim” pada edisi Senin, 10 Desember 2012.

Tuduhan Zainudin tentang Habibie sebagai pengkhianat tersebut langsung membuat geram para politikus Indonesia. Wakil DPR RI, Pramono Anung bahkan akan mengirimkan surat teguran ke Malaysia.

Presiden Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mencatatkan sejarah sebagai Presiden Indonesia paling tersingkat, tersingkir kerana mengkhianati negaranya, telah menjadi tamu kehormatan Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim baru-baru ini,” begitu bunyi salah satu paragraf tajuk rencana yang ditulis oleh Zainudin Maidin dalam koran Utusan Malaysia.

Menurut beberapa pengamat, aksi Zainudin Maidin itu mungkin dipicu oleh keresahan Malaysia tentang kedatangan Habibie yang memberi ceramah di Universitas Selangor pada hari Kamis, 6 Desember 2012 lalu.

Habibie menjadi salah satu tokoh dari Indonesia yang diwaspadai di Malaysia mengingat kiprah mantan Presiden RI ketiga ini dalam membangun demokrasi di Indonesia. (RN)

Comment di sini