CiriCara: 5 Cara Menjadi Manajer yang Bertanggung Jawab

by
December 12th, 2012 at 2:46 pm

CiriCara.com – Meraih jabatan tinggi dalam pekerjaan tentu menjadi dambaan semua orang. Dipercayakan jabatan tinggi, tunjangan dan pendapatan pun akan meningkat bersamaan dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Sebut saja jabatan sebagai seorang manajer. Manajer adalah orang yang mengepalai beberapa orang sebagai rekan setimnya untuk mengerjakan proyek-proyek perusahaan dan mencapai target yang ditetapkan.

Seorang manajer dituntut harus bisa menentukan dan menyuarakan tujuan serta visi dari tim yang dipimpinnya kepada seluruh anggota tim. Manajer pun juga harus mengawasi aktivitas dan kinerja rekan-rekan timnya.

Berikut adalah beberapa cara bersikap menjadi seorang manajer yang baik dan bertanggung jawab.

1. Meningkatkan kemampuan

Manajer bukan berarti orang yang tinggal perintah tanpa mau membantu meningkatkan kinerja tim yang dipimpinnya. Tetapi mereka juga harus menunjukkan kemampuan dan prestasi dalam bekerja serta pengambilan keputusan supaya menjadi contoh bagi para anggota timnya.

Oleh karena itu, para manajer pun harus terus mengembangkan diri, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan (skill) yang sudah dimiliki supaya tetap dapat memimpin dan menuntun anak buahnya dalam menyelesaikan pekerjaan.

2. Membimbing rekan setimnya

Jika kamu ingin menjadi seorang manajer yang baik dan dikagumi oleh orang banyak, sebaiknya buang jauh-jauh pemikiran bahwa tugas manajer itu hanya tinggal perintah dan mencari kesalahan orang lain. Memang manajer harus mengawasi kinerja timnya, tapi bukan berarti harus menjadi pencari kesalahan orang.

Manajer itu justru diharapkan bisa membimbing rekan-rekan setimnya dalam menyelesaikan pekerjaan. Jadilah pembimbing yang bijaksana, tanpa menimbulkan rasa sakit hati saat menegur rekan setim yang melakukan kesalahan.

3. Tidak mencari keuntungan sendiri

Jika paradigmamu tentang tugas seorang manajer sudah sama seperti apa yang disebutkan pada nomor 1 dan 2, tentu kamu tidak akan menjadi manajer yang mencari keuntungan bagi diri sendiri. Dengan kata lain, bermulut manis di depan bos demi kepentingan karier sendiri.

Untuk menjadi manajer yang baik, kamu harus bisa memposisikan diri bersama-sama dengan rekan setim, karena biar bagaimanapun juga tanggung jawab tim berada pada seluruh anggotanya dan pemimpinnya, berarti termasuk sang manajer.

Daripada sibuk mencari keuntungan untuk diri sendiri, orang yang sudah siap menjabat sebagai seorang manajer tentu lebih memilih untuk bertanggung jawab bersama timnya meski hanya 1 anak buah yang berbuat kesalahan, atau memikirkan strategi baru demi mencapai target.

4. Memiliki ketegasan

Ketegasan sangat penting bagi seorang manajer, begitu pula bagi semua pemimpin. Ketegasan di sini berarti adalah jika mengatakan A, harus berani mempertanggungjawabkan A itu tadi. Jangan sampai, ketika sudah terpilih sebagai manajer, masih sering plin-plan.

Misalnya, dengan rekan setim memutuskan B, tapi ketika ditanya bos malah berdalih dengan mengatakan C. Parahnya lagi, ada manajer yang tega menjadikan rekan setimnya sebagai korban penderita di depan bos, hanya karena manajer tersebut mencari keuntungan bagi dirinya sendiri (seperti contoh dalam nomor 3). Supaya kamu bisa jadi manajer yang baik hati dan berdedikasi, latihlah ketegasanmu untuk memutuskan berbagai hal.

5. Menerima masukan

Bersikaplah terbuka meski jabatanmu sudah tinggi. Itu adalah hal yang harus dimiliki oleh semua orang yang menjabat sebagai seorang pemimpin. Dengan bersikap terbuka berarti kamu siap menerima masukan dan kritik dari bawahan, rekan setim, atau siapapun; meski itu kritik tentang cara kepemimpinanmu. Bahkan, seorang manajer yang baik tentu berani menanyakan komentar atau saran dari orang-orang yang biasa kamu pimpin ataupun selalu bekerja bersama-sama kamu.

Itulah kelima hal yang menunjukkan bagaimana seharusnya seorang manajer bersikap. Bagi kamu yang mengidam-idamkan jabatan sebagai seorang manajer, latihlah dirimu untuk bersikap seperti seorang manajer yang bertanggung jawab dan bijaksana, supaya rekan setimmu nantinya ikut merasa senang bekerja bersamamu, bukan malah mengeluh. (yk)

Business Insider

Comment di sini