Kuasa Hukum Bupati Garut: Aceng Dipaksa Mundur, Garut Rusuh

by
December 12th, 2012 at 2:16 pm

Garut (CiriCara.com) – Karena rentetan kasus yang beruntun, Aceng Fikri terancam dimakzulkan. Namun jika pemakzulan ini terjadi, kuasa hukum Aceng Fikri mengatakan akan ada kerusuhan di Garut.

“Kalau Pansus bersikeras mengambil kesimpulan yang sifatnya pemakzulan Aceng dari kursi Bupati sampai Mahkamah Agung membuat putusan, pasti dapat diduga terjadi kerusuhan, gejolak dan sebagainya,” kata Egi Sujana, kuasa hukum Aceng Fikri kepada Tempo.co, Rabu, 12 Desember 2012.

Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerhan (DPRD) Garut mengaku tidak gentar dengan ancaman Sang Bupati yang mengaku telah memiliki banyak pendukung setia.

“Jangan membuat sebuah polemik baru di masyarakat,” ujar Wakil Ketua DPRD Garut, Lucky Lukmansyah Trenggana menanggapi ‘ancaman’ Egi.

Inilah

Kuasa hukum Aceng Fikri, Egi Sudjana mengancam akan ada kerusuhan dan bentrokan di Garut bila Bupati dilengserkan dari jabatannya. Egi menuturkan bahwa sang Bupati memiliki pendukung yang sangat banyak.

Dengan alasan tersebut, Egi meminta pansus DPRD agar tidak menyeret skandal Bupati Garut ini ke arah pemakzulan. Egi beralasan lagi bahwa masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Walau mengecam pemakzulan terhadap dirinya, Aceng Fikri tetap tidak akan menghentikan kerja Pansus DPRD Garut untuk menyelidiki pelanggaran yang dilakukan oleh Bupati dalam skandal nikah kilat empat hari dengan wanita muda, Fani Oktora. Dalam menangani kasus ini, Pansus akan tetap bekerja sampai tanggal 19 Desember 2012 mendatang.

Pansus yang menyelidiki kasus Aceng Fikri ini dibentuk karena desakan dari masyarakat. Lucky membantah bahwa penyelidikan yang dilakukan Pansus sengaja ditujukan untuk memakzulkan Bupati Aceng dari jabatannya.

Untuk melakukan tugasnya, Pansus berkoordinasi dengan Gubernur dan juga Pemerintah Pusat serta didampingi oleh Pakar Hukum Tata Negara.

Walaupun kasus Aceng Fikri dan Fani Oktora sudah diselesaikan lewat islah namun hal ini tidak akan menghentikan langkah Pansus untuk menyelidiki Bupati Garut itu.

Pansus menjelaskan bahwa yang menjadi perhatian dari Bupati Aceng bukanlah masalah pribadi Bupati Aceng Fikri namun masalah yang menyangkut kepentingan publik. Perbuatan Bupati Aceng Fikri ini dianggap telah melanggar hukum, perundangan, dan etika yang berlaku di masyarakat.

Selain tersandung kasus skandal nikah kilat dengan Fani Oktora dan Shinta Larasati, Aceng Fikri juga diduga tersangkut masalah korupsi dan pemeresan sebesar USD 25.000. (RN)

Comment di sini