Derita Syamsul, Korban Salah Tangkap Polisi

by
December 13th, 2012 at 2:40 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Korban salah tangkap polisi, bernama Syamsul Arifin (23) mengadu ke Komisi Kepolisian Nasional atas kasusnya. Pasalnya, Syamsul mengalami penyiksaan ketika ditangkap oleh oknum Polda Jatim. Padahal, Syamsul terbukti tidak bersalah.

Pemuda asal Rungkut Mejoyo, Surabaya itu menuturkan kronologi polisi salah tangkap yang menimpa dirinya. Insiden tersebut terjadi pada 11 Januari 2011, ketika itu dia dituduh melakukan pencurian sebuah televisi.

Syamsul pun dilaporkan ke Polres Rungkut. Namun, kasusnya itu justru ditangani oleh pihak Polda Jawa Timur. Syamsul ditangkap pada 8 Februari 2011, saat itu dia tengah berada di sekitar kawasan industri Rungkut.

Menurut Syamsul, oknum polisi yang menciduknya tidak langsung membawanya ke kantor polisi melainkan dibawa ke sebuah lapangan di salah satu masjid di kawasan industri Rungkut. “Di situ saya dihajar, kepala saya ditutup pakai keresek (kantong plastik) sampai tidak bisa nafas,” tuturnya, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (13/12/2012).

Setelah sampai di Kantor Polda Jatim, ternyata Syamsul kembali mendapatkan pukulan. Sebuah balok kayu mendarat tepat di tempurung lutut kaki kanan Syamsul. Luka akibat penganiayaan inipun masih membekas, Syamsul harus terpincang ketika berjalan.

Anehnya, pemukulan tersebut digunakan untuk memaksa agar Syamsul mau mengaku. Padahal, Syamsul tidak pernah melakukan pencurian tersebut. “Akhirnya saya terpaksa mengaku, karena kesakitan,” tutur Syamsul.

Korban salah tangkap bernama Syamsul Arifin, warga Surabaya. Foto: detik.com

Berbekal pengakuan “terpaksa” itu, Syamsul pun dipenjara di Rutan Mapolda Jatim selama 53 hari sampai proses pengadilan. Setelah berkasnya sampai ke pengadilan, Syamsul divonis bebas dari tuntutan 4 bulan pejara karena tidak ada bukti.

“Di Kasasi MA juga diputus bebas,” kata Syamsul. Kasasi itu sendiri diputus pada tanggal 1 Februari 2012 lalu.

Akibat jadi korban salah tangkap, Syamsul pun mengalami sejumlah kerugian. Selain kondisi kakinya yang tidak bisa berjalan dengan normal lagi, Syamsul juga gagal menikah. Pasalnya, keluarga calon istri menolaknya. “Karena jadi bahan omongan orang-orang,” tuturnya.

Saat ini, Syamsul tengah berupaya menuntut keadilan atas kasusnya itu. Syamsul menuntut pemulihan nama baiknya dan juga hukuman untuk oknum polisi yang telah menganiayanya.

Untuk mendapatkan haknya, Syamsul pun nekat datang ke Jakarta menggunakan sepeda motor dari Surabaya, meski kakinya masih terlihat pincang. Saat ini dia menumpang di sebuah masjid tak jauh dari Mabes Polri, Jakarta.

(YG)

Comment di sini