DPR Habiskan Rp 2,9 Miliar untuk Plesir ke AS dan Brasil

by
December 13th, 2012 at 11:21 am

Jakarta (CiriCara.com)Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mengadakan studi banding ke negara lain. Kali ini negara yang mereka kunjungi adalah Amerika Serikat dan Brasil.

Dan menurut keterangan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) kepada Tempo.co, studi banding 20 anggota Komisi Riset dan Teknologi DPR ke Amerika Serikat dan Brasil ini telah menghabiskan biaya sebesar Rp. 2,89 miliar

“Perhitungan biaya tersebut kami buat berdasarkan standar perjalanan dinas pejabat dengan pesawat eksekutif dan hotel bintang lima,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, Rabu 12 Desember 2012 seperti dikutip Tempo.co.

Kunjungan ke Negara Adi Daya itu dilangsungkan oleh dua tim dari Komisi Teknologi untuk membahas rancangan undang-undang mengenai antariska. Bahkan dalam tim yang berkunjung ke Brasil, Sutan Bathoegana, Ketua Komisi Teknologi dari Fraksi Demokrat juga ikut berkunjung.

Dalam kunjungan ke Amerika Serikat pada 7 Desember 2012 lalu, tim pertama terdiri atas tujuh anggota Dewan dan empat pegawai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di Amerika, para anggota Dewan akan mengunjungi NASA, perusahaan Boeing, dan Universitas George Washington. Hari ini, Kamis, 13 Desember 2012, mereka dijadwalkan akan kembali ke Indonesia.

Sementara itu tim kedua terdiri atas 13 anggota Dewan dan empat pegawai LAPAN. Tim kedua ini akan berangkat ke Brasil pada tanggal 9 Desember dan kembali ke Tanah Air pada 18 Desember 2012 nanti. Setiap tim didampingi oleh dua orang staf Komisi.

Kunjungan ke Brasil menelan dana sebesar Rp. 1,91 miliar sedangkan kunjungan ke Amerika menghabiskan dana sebesar Rp. 975,7 juta.

Menanggapi kunjungan DPR ke benua Amerika itu, Uchok selaku Ketua Fitra menyindir aksi DPR dengan cara mengucapkan selamat berlibur kepada para anggota Dewan

“Fitra mengucapkan selamat berlibur dan bersenang-senang di atas penderitaan orang-orang miskin,” kata Uchok.

Saat ditanya tentang jumlah dana yang dihabiskan, Nur Yasin selaku anggota Komisi Teknologi dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mengaku tidak tahu tentang jumlah dana yang dihabiskan. Yasin menegaskan bahwa standar perjalanan dinas yang digunakan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Sedangkan menanggapi penyudutan terhadap anggota DPR, Nurhayati Assegaf selaku Ketua Fraksi Demokrat meminta Sekretariat DPR turut bertanggung jawab atas perjalanan DPR ke Amerika karena menurutnya, Sekretariat-lah yang berhak mencairkan dana sebelum izin fraksi turun.

Selama beberapa bulan ini, DPR telah banyak mengunjungi negara lain untuk urusan studi banding. Beberapa waktu lalu, DPR bertandang ke Jerman dalam rangka pembahasan Undang-Undang Keinsinyuran yang ternyata salah alamat. (RN)

Comment di sini