Perangkat Desa Blokir Jalan Tol, Jasa Marga Rugi Ratusan Juta

by
December 14th, 2012 at 3:26 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi unjuk rasa para perangkat desa dari beberapa daerah di Indonesia yang berlangsung hari ini, Jumat, 14 Desember 2012 telah menyebabkan sejumlah ruas jalan tol di Jakarta macet dan sama sekali tidak dapat dilalui.

Berita Hukum

Akibat tidak beroperasinya jalan tol milik PT. Jasa Marga ini, perusahaan menderita kerugian hampir Rp. 400 juta rupiah. Imbas aksi unjuk rasa yang dilangsungkan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta ini mengakibatkan pemasukan perseroan yang mengurusi jalan tol itu kosong.

“Kerugian pintu tol diperkirakan Rp 400 juta. Itu tidak termasuk pagar pintu tol yang dirusak massa. Nilainya mencapai Rp 20 jutaan,” kata Hasanuddin, Direktur Operasional Jasa Marga di Jakarta, Jumat, 14 Desember 2012 kepada Tribunnews.com.

Kerugian yang diderita oleh PT Jasa Marga itu dikarenakan pintu tol Senayan ditutup sekitar 2,5 jam sehingga penjualan tiket tetap kosong dari tadi pagi.

Walau sempat didera kemacetan, para pengguna jalan kini sudah bisa kembali menggunakan kembali pintu tol Senayan. Sementara hingga saat ini, para polisi dan pihak Jasa Marga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi jalan tol untuk mencegah adanya aksi susulan.

Aksi unjuk rasa para perangkat desa ini dilangsungkan oleh para perangkat desa yang tergabung dalam Perhimpunan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan Aliansi Perangkat Desa.

Akibat aksi unjuk rasa yang diikuti oleh para Kades dan bawahannya tersebut, jalan dari arah Semanggi menuju Slipi sempat macet pada pukul 09.00 WIB tadi. Di jalan tol itu para pendemo sempat melakukan aksi anarkis dengan mencabuti tanaman di sekitar jalan tol, merusak pagar pembatas, dan membakar ranting di tengah jalanan.

Karena aksi tersebut, kemacetan melebar ke kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, Palmerah, Slipi, dan Grogol. Bahkan sepeda motor pun terpaksa melintasi kawasan Asia Afrika yang lebarnya tak lebih dari dua kilometer itu selama dua jam.

Dampak demo para perangkat desa itu sangat dirasakan oleh pengguna kendaraan roda empat karena jalur lurus ke arah Hotel Mulia Senayan ditutup. Akibatnya mobil dipaksa berbelok ke arah pintu Senayan ke Jalan Jenderal Sudirman.

Selain di depan Hotel  Mulia, kemacetan juga terjadi di arah Kantor TVRI di Jalan Gerbang Pemuda dan kawasan belakang Gedung DPR RI. Dampak kemacetan ini juga terjadi di kawasan arteri Permata Hijau ke arah Pondok Indah dan Slipi.

Para perangkat desa yang berunjuk rasa itu meminta ketegasan pengesahan RUU tentang penetapan status PNS bagi para perangkat desa yang saat ini hanya menerima honor sebesar Rp. 200.000 per bulan. (RN)

Comment di sini