5 Wali Kota dan Bupati Ini Digaji Puluhan Hingga Ratusan Juta

by
December 17th, 2012 at 10:36 am

Jakarta (CiriCara.com) – Memiliki gaji di puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan adalah hal yang wajar bagi para Wali Kota dan Bupati beserta wakil-wakilnya terutama di daerah perkotaan dan industri.

Dilansir dari Kompas.com, Minggu, 16 Desember 2012, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) merilis daftar lima pasangan Wali Kota dan Bupati yang mendapat gaji tertinggi selama tahun 2012 ini. Siapa saja?

Tribunnews

Inilah daftar Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan penghasilan tertinggi yang disampaikan oleh Direkture Riset Sekretaris Nasional FITRA, Maulana:

  1. Wali Kota Surabaya dengan gaji Rp 194 juta per bulan dan WakilnyaRp 187 juta per bulan.
  2. Wali Kota Medan dengan gaji Rp 129 juta per bulan dan Wakilnya Rp 123 juta per bulan.
  3. Wali Kota Bandung dengan gaji Rp 88 juta per bulan dan Wakilnya Rp 82 juta per bulan.
  4. Wali Kota Semarang dengan gaji Rp 82 juta per bulan dan Wakilnya Rp 76 juta per bulan.
  5. Wali Kota Bekasi dengan gaji Rp 76 juta per bulan dan Wakilnya Rp 70 juta per bulan.

Sedangkan lima Bupati dan Wakil Bupati dengan gaji tertinggi adalah:

  1. Bupati Badung dengan gaji Rp 129 juta per bulan dan Wakilnya Rp 122 juta per bulan.
  2. Bupati Bogor dengan gaji Rp 90 juta per bulan dan Wakilnya Rp 84 juta per bulan.
  3. Bupati Sidoarjo dengan gaji Rp 78 juta per bulan dan Wakilnya Rp 72 juta per bulan.
  4. Bupati Tangerang dengan gaji Rp 72 juta per bulan dan Wakilnya Rp 66,7 juta per bulan.
  5. Bupati Bekasi dengan gaji Rp 71 juta per bulan dan Wakilnya sekitar Rp 66 juta per bulan.

Gaji sebesar itu menurut Maulana tidak hanya didasarkan pada nilai gaji pokok serta tunjangan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Selain kedua aspek dari gaji tersebut, para pemimpin daerah itu masih mendapat insentif dari jumlah pajak serta retribusi daerah.

Para Kepala Derah itu akan mendapat penghasilan semakin tinggi jika daerah yang dipimpinnya mendapat retribusi dan pajak yang besar.

Selain itu, Kepala Daerah juga masih mendapat tunjangan biaya-biaya lainnya seperti biaya rumah tangga, biaya pemeliharaan inventaris rumah jabatan serta barang-barang inventaris, biaya pemeliharaan kendaraan dinas, biaya pemeliharaan kesehatan, biaya perjalanan dinas, biaya pakaian dinas, dan biaya penunjang operasional mereka.

Tidak heran dengan gaji bulanan sebesar ini, banyak kandidat dari berbagai partai yang bersaing mati-matian untuk mendapatkan posisi Kepala Daerah. Namun sayangnya masih ada saja Wali Kota, Bupati, Gubernur, dan Kepala Daerah lainnya yang nekat menyelewengkan uang negara.

Misalnya saja, Bupati Garut, Aceng Fikri yang terkenal karena kasus nikah kilatnya dengan wanita muda itu diduga terlibat tujuh kasus korupsi dan pemerasan sebesar Rp. 250 juta. (RN)

Comment di sini