Akibat Radar Bandara Mati, Dua Pesawat Lion Air Hampir Tabrakan

by
December 17th, 2012 at 3:35 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Sebuah kejadian mengerikan hampir terjadi pagi ini, Senin, 17 Desember 2012. Akibat radar udara Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, mati selama 15 menit, dua pesawat Lion Air nyaris bertabrakan di udara.

Diberitakan oleh Detik.com, radar di Bandara Soekarno Hatta mati karena Uninterruptible Power Supply (UPS) milik bandara terbakar. Terbakarnya UPS milik Bandara dan insiden ini juga dibenarkan oleh Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian.

“Hampir terjadi near miss antara dua pesawat, Lion dan Lion. Yang Lion return to base (RTB), RTB ke masing-masing tempat dan dua pesawat divert ke Semarang,” kata Hatta di Istana Negara Senin, 17 Desember 2012 seperti dikutip Detik.com.

Akibat matinya radar di bandara internasional itu, pesawat kehilangan panduan selama 15 menit. Menurut Hatta, 15 menit di udara ini adalah waktu yang sangat lama dan dampak yang ditimbulkan bisa sangat mengerikan.

Ketika mendengar kerusakan terjadi di Bandara Soetta, Hatta langsung menghubungi Dirjen Perhubungan Udara. Ia lalu meminta kronologi insiden ini dan mendapati bahwa terdapat kerusakan pada UPS milik Bandara Soetta yang menyebabkan peralatan itu terbakar.

Menurut besan SBY tersebut kerugian yang diderita tidak terlalu besar namun dampak yang kemungkinan terjadi akibat matinya UPS bisa sangat mengerikan.

Menanggapi peristiwa ini Hatta memnta agar peristiwa terbakarnya sistem radar dan UPS itu untuk segera diinvestigasi dan dilakukan modernisasi terhadap pengamanan bandara sebagai langkah selanjutnya.

“Karena landing di tempat kita itu sudah sangat padat. Harus triple, mungkin untuk menjaga keamanan,” pungkas Hatta.

Sementara itu Pakar Telematika yang juga anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo menyarankan agar perangkat UPS diganti dengan UPS berkualitas yang lebih baik.

“Jadi selain harus ada back up UPS, pilih kualitas UPS yang bagus. Ingat, taruhannya adalah konsumen alias nyawa manusia. Juga harus ada contingency plan di mana bila terjadi PLN padam, UPS utama rusak dan back up-nya pun gangguan, maka kerusakan tersebut bisa diminimalisir waktunya, tidak lebih besar dari 15 menit,” komentar Roy kepada Detik.com saat dikonfirmasi pagi ini. (RN)

Comment di sini