Lagi, Sutiyoso Kritik Jokowi Soal Pelat Ganjil-Genap

by
December 17th, 2012 at 12:00 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Walaupun sudah lebih dari empat tahun lengser dari kursi orang nomor satu di Jakarta, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso turut berkomentar terhadap kebijakan pelat ganjil dan genap yang akan segera diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.

Republika

Menurut Sutiyoso, kebijakan pemberlakuan pelat ganjil-genap sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan di Ibukota ini dinilai tidak akan berjalan efektif.

“Belum tentu perbandingan jumlah kendaraan dengan pelat nomor genap dan ganjil adalah 50:50. Selain itu, kebijakan tersebut hanya akan membuat orang untuk membeli kendaraan lebih dari satu,” kata Sutiyoso, Senin, 17 Desember 2012 seperti dikutip Detik.com.

Sutiyoso mengatakan bahwa masyarakat akan semakin cerdik untuk mengatasi peraturan ini seperti dengan cara membuat plat nomor ganda. Kebijakan pelat nomor ganjil-genap ini diperkirakan akan berjalan seperti kebijakan 3 in 1 yang selama ini banyak diakali dengan menyewa joki.

Mantan Gubernur ini juga menambahkan bahwa selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia sempat ingin menerapkan aturan ini di Jakarta melihat keberhasilan kota Bogota di Kolumbia yang berhasil mengurangi kemacetan dengan cara penerapan aturan pelat ganjil-genap. Namun karena alasan tertentu, Sutiyoso lalu mengurungkan niatnya.

“Dengan sejumlah efek negatif yang mungkin timbul, kebijakan itu tidak saya terapkan. Kelas menengah mampu menambah kendaraan. Namun bagaimana dengan mereka yang kurang mampu? Lagi-lagi rakyat yang menjadi korban saat produsen atau pedagang kendaraan mendapat untung,” kata Sutiyoso membeberkan alasannya.

Ia juga menambahkan bahwa akan ada masyarakat golongan tertentu yang akan dirugikan dengan kebijakan pelat nomor ganjil dan genap tersebut.

Terkait dengan kebijakan pemberlakuan pelat nomor ganjil dan genap di sejumlah wilayah Jakarta mulai Maret 2013 nanti, Sutiyoso menyimpulkan langkah itu tidak akan efektif dalam mengurangi kemacetan sama seperti Perda Larangan Merokok di sejumlah wilayah Jakarta.

Di luar pendapat Sutiyoso mengenai langkah penerapan pelat ganjil dan genap ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah menetapkan lokasi berlakunya kebijkan pelat ganjil-genap di sejumlah wilayah Ibukota. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang selalu melanda Jakarta setiap hari. (RN)

Comment di sini