Penembakan Sandy Hook: Tewaskan 26 Orang, Pelaku pun Tembak Diri Sendiri

by
December 17th, 2012 at 10:47 am

Connecticut (CiriCara.com)Adam Lanza, 20 tahun, seorang putra dari pasangan Nancy dan Peter Lanza ini diduga menderita sindrom Asperger, yaitu sindrom autisme yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Getty Images/Daily Mail

Adam Lanza yang diketahui menembak mati ibunya sendiri ini, ternyata juga membantai sebagian murid-murid dan staf pengerja di sekolah SD Sandy Hook.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, setelah menembak sang ibu, dia mengambil 3 senapan milik ibunya dan mengendarai mobil Honda Civic hitam miliknya menuju SD Sandy Hook sekitar pukul 9.30 pagi waktu setempat.

AP/Daily Mail

Tidak tanggung-tanggung, dengan keji, Adam langsung menembak mati orang-orang yang dilihatnya. Totalnya ada 20 anak dan 6 orang dewasa yang tewas dalam pembunuhan sadis tersebut. Setelah menewaskan para korbannya, akhirnya Adam menembak dirinya sendiri.

Beberapa saksi mata melihat Adam berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain dalam SD Sandy Hook itu untuk menembak orang yang dilihatnya. Orang yang pertama dibunuhnya ialah kepala sekolah Dawn Hochsprung.

Kemudian psikolog sekolahan tersebut, yaitu Mary Sherlach. Mary ditembak ketika mencoba untuk menghentikan langkah Adam yang berjalan di lorong sekolah sambil membawa senapannya itu.

Setelah kasus penembakan Sandy Hook ini, beberapa orang yang mengenal Adam ditanya mengenai dirinya, mereka mengatakan bahwa semasa SMA dulu, Adam merupakan anak yang berwatak halus dan baik hati.

Akan tetapi, beberapa temannya mengakui bahwa penampilan Adam memang terlihat aneh karena dia senang memakai pakaian serba hitam ditambah lagi dengan jubah panjang berwarna hitam, dan selalu membawa tas koper berwarna hitam pula.

Teman sekelas Adam semasa sekolahnya dulu, mengatakan bahwa Adam tidak pernah berinteraksi dengan teman-teman di sekolahnya, lingkungan sekolah, bahkan lingkungan sekitar lainnya.

Daily Mail

Pada kelulusan tahun 2010, Adam menolak berfoto bersama teman sekelasnya untuk buku tahunan. Dia hanya terlihat satu kali dalam foto kelas pada 2007, saat tahun-tahun pertama dia menjadi murid SMA.

Pihak sekolah pun menyadari ada yang salah dengan kepribadian Adam semasa sekolahnya, di mana dia bergelut untuk bersosialisasi. Mungkin hal inilah yang memicunya untuk melakukan pembunuhan keji.

Tidak disangka bahwa anak yang kelihatannya menikmati masa mudanya dengan bersekolah di SD Sandy Hook, dan kemudian meneruskan sekolah ke Sekolah Newtown, ternyata memiliki kelainan jiwa.

Getty Images/Daily Mail

Terkait dengan kasus ini, sang kakak, Ryan Lanza yang tinggal di New Jersey terpaksa harus dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan seputar adiknya yang aneh itu. Ryan pun mengaku dia sudah tidak pernah berkomunikasi dengan Adam sejak 2010 lalu. Selain itu, dia juga mengakui bahwa dari dulu Adam selalu berpenampilan seperti kutu buku, orang aneh dan penyendiri.

Polisi pun masih terus menyelidiki motif pembunuhan yang dilakukan oleh Adam itu. (yk)

Daily Mail

Comment di sini