Penembakan Sandy Hook: Victoria Soto, Sang Guru Penyelamat

by
December 17th, 2012 at 11:46 am

Connecticut (CiriCara.com) – Kasus pembantaian di SD Sandy Hook yang menewaskan 26 orang, rupanya juga mengisahkan tentang keberanian seorang guru.

Guru penyelamat pada kasus pembantaian itu adalah Victoria Soto. Melalui Facebook nama Victoria tersebar sebagai seorang pahlawan sekaligus guru penyelamat yang merelakan nyawanya demi menyelamatkan nyawa murid-muridnya, dari pembunuh sadis, Adam Lanza.

Setelah kasus penembakan di SD Sandy Hook ini merebak, ungkapan berduka cita yang ditujukan pada keluarga dan teman korban kian marak di seluruh akun Facebook penduduk di wilayah sekitar Connecticut.

Bahkan foto Victoria pun tersebar luas. Ada apa dengan Victoria? Tulisan di bawah foto tersebut memperjelas tentang hal mulia yang dilakukan guru pahlawan ini.

Tulisan tersebut menyebutkan bahwa guru 27 tahun ini sangat pemberani, di mana dia rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkan murid-muridnya pada kasus pembunuhan Jumat (14/12/12) di SD Sandy Hook.

Dia menyembunyikan semua murid kelasnya dalam lemari setelah mendengar suara tembakan, dan ketika sang pembunuh masuk dalam kelasnya, Victoria mengatakan bahwa seluruh muridnya sedang berada di ruang olahraga. Kemudian, pembunuh itu menembak dia dan keluar dari dalam kelas tersebut. Tindakannya ini membuat para muridnya selamat dan tetap dapat hidup.

Ternyata deskripsi pada foto di Facebook itu bukan hanya karangan belaka. Kisah tersebut disahkan oleh beberapa media yang menyatakan kebenaran berita tersebut. Keberaniannya dalam menjaga nyawa murid-murid kelas satu yang diajarnya, patut diacungi jempol.

Perilakunya yang mulia dan berani itu membuat 300 orang berkumpul di Stratford, AS pada Sabtu (15/12/12) malam dalam upacara pemakamannya, seperti yang dilaporkan oleh AP.org.

Dilansir dari IBtimes.com, salah seorang temannya yang bernama Andrea Crowell, Victoria memang guru yang baik di mana dia selalu mengutamakan murid-murid yang diajarnya sebab dia ingin melakukan yang terbaik bagi murid-muridnya, dan mengajarkan hal baru bagi mereka setiap hari.

Tekad itulah yang membuat Victoria gagah berani menghadapi pembunuh sadis itu dan memilih untuk menyelamatkan nyawa muridnya daripada nyawanya sendiri. (yk)

IB Times

Comment di sini