Tragedi Sukhoi Disebabkan Karena Pilot Mengobrol

by
December 18th, 2012 at 2:30 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya telah selesai melakukan investigasi tragedi kecelakaan Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat. Menurut hasil penyelidikan KNKT, kecelakaan pesawat ini terjadi karena kesalahan manusia (human error) pada pilot.

Pilot Sukhoi, Alexander Yablontsev.

Dalam jumpa pers terkait kecelakaan Sukhoi, KNKT mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan karena human error pilot. KNKT menegaskan bahwa pihak Air Traffic Controller (ATC) tidak bersalah dan telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Sebelumnya, pihak ATC dituding ikut jadi penyebab kecelakaan karena memberikan izin kepada pilot untuk menurunkan ketinggian pesawat ke 6.000 kaki. Padahal, ketinggian aman minimum dalam radius 25 Nautical Mile (NM) dari Halim adalah 6.900 kaki.

“Itu tidak ada hubungannya dengan izin dari ATC, ATC memang mengizinkan karena itu masih aman. Itu aman, 6 ribu (kaki) itu aman,” jelas Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di Kantor KNKT, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (18/12/2012).

Menurut Tatang, ATC sempat mengizinkan pilot untuk memutar orbitnya. Namun, sang pilot tidak memutar orbitnya secara penuh sehingga berbelok ke arah selatan. “Pilot ini belum selesai memutar orbitnya karena pembicaraan-pembicaraan (dengan penumpang), akhirnya malah berbelok. Orbitnya tidak dia selesaikan,” tuturnya.

Menurut KNKT, pilot kehilangan konsentrasi saat mengobrol sehingga tidak memutar orbit dengan benar. Seharusnya orbit berhenti di angka 200, namun karena mengobrol orbitnya berhenti di 174. “Ya itu human error,” tegas Tatang.

Selain itu, pilot asal Rusia itu diketahui mematikan alat peringatan tabrakan yang disebut Terrain Awareness and Warning System (TAWS). Alat ini sempat berbunyi beberapa kali namun malah dimatikan oleh pilot.

“Ada warning dari TAWS, ada 6 warning dari TAWS, kemudian dimatikan oleh pilot. Seharusnya kalau dia belok kiri tidak terjadi (kecelakaan),” jelas investigator anggota Kapten Nurcahyo, seperti dikutip dari detik.com.

Akibat kecelakaan pesawat ini semua penumpang termasuk yang berada di kokpit dinyatakan tewas. Bahkan, sejumlah jenazah ada yang bagian tubuhnya terpisah-pisah dan tidak utuh lagi. Salah satu wartawan dari Trans TV juga ikut menjadi korban pesawat Sukhoi yang naas ini.

(YG)

Comment di sini