21 Desember 2012 Bukan Kiamat, Ini 10 Alasannya

by
December 19th, 2012 at 2:46 pm

CiriCara.com – Dua hari lagi, bumi diramalkan akan mengalami kehancuran total atau kiamat. Menyambut kedatangan hari itu, penduduk bumi dari berbagai negara tengah mengantisipasi dengan cara-cara yang aneh.

Misalnya saja, di China, sekelompok petani telah membuat bola-bola yang dipercaya akan melindungi mereka dari bahaya kiamat. Sedangkan di dataran Eropa, Gunung Pic De Bugarach yang terletak di Prancis mendadak menjadi perbincangan banyak orang karena ditengarai menjadi tempat teraman saat kiamat datang.

Sementara di Yogyakarta, warga berbondong-bondong menimbun berbagai bahan makanan dalam mengantisipasi datangnya kiamat yang diprediksi dua hari lagi itu.

Isu kiamat ini seakan menjadi masalah internasional yang mengalahkan isu-isu politik, perang, dan perekonomian. Namun meski begitu, masih ada 10 alasan kuat yang dikutip dari Tempo.co tentang kenapa manusia tidak harus percaya pada ramalan kiamat suku Maya. Apa saja?

1. Tidak ada ramalan yang tepat.

Mereka yang percaya akan kiamat pada 21 Desember 2012 tidak tahu persis apa yang akan terjadi pada tanggal itu termasuk gambaran detail proses kerusakan yang menimpa bumi dan manusia.

2. NASA membantah adanya rumor kiamat secara ilmiah.

Astronom, David Morrison yang bekerja di badan antariksa milik Amerika ini membantah adanya kiamat lewat sebuah video yang diunggah di situs YouTube. Video itu berisi tentang sanggahan detail atas skenario kiamat yang meliputi serangan meteor, sengatan api matahari, dan perpecahan kutub karena magnet bumi memiliki rotasi yang terbalik.

3. Pengaruh industri hiburan di dunia barat terutama film Hollywood.

Menyambut datangnya tanggal 21 Desember 2012, media barat gencar memberitakan isu kiamat 2012 secara berlebihan. Eksploitasi media secara berlebihan itu membuat orang-orang resah sehingga mereka lupa akan isu penting lainnya seperti teroris, krisis, dan perang. Salah satu film Hollywood  yang paling mempengaruhi banyak orang adalah film “2012″ yang ditayangkan di seluruh dunia pada tahun 2009 lalu.

4. Suku Maya bukanlah suku yang cerdas.

Jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya, suku Maya bukanlah suku yang cerdas. Jika demikian, kenapa manusia harus mempercayai semua ramalan mereka? Bahkan suku primitif di pedalaman Amerika ini tidak bisa menemukan apapun yang berguna bagi kehidupan manusia. Suku primitif ini justru percaya pada budaya kanibalisme.

5. Penjelasan sesepuh suku Maya.

Dewan Nasional Tetua Maya, Xinca dan Garifuna mengatakan bahwa akhir dari kalender Maya bukan berarti kiamat. Sebenarnya akhir dari kalender itu adalah waktu saat suku Maya memulai siklus baru.

6. Ramalan suku Maya tidak mempunyai bukti tentang kerusakan bumi pada 21 Desember 2012.

Teks kuno milik suku Maya yang mengacu pada tanggal 21 Desember 2012 berkisah tentang awal mula kalender baru dan bukan tentang kiamat.

7. Pemimpin suku Maya kuno sengaja menggunakan ramalan kiamat 21 Desember untuk menarik pengikut.

Pada waktu itu, sang pemimpin menyimbolkan ular yang memakan matahari saat terjadi gerhana matahari. Pemimpin tersebut mengatakan bahwa matahari akan kembali seperti semula jika mereka mau mengikuti perintah ketua.

8. Isu kiamat dialihkan untuk keuntungan pribadi.

Di China misalnya, seorang pria telah menipu para pensiunan agar menyimpan dana mereka untuk sumbangan akhir dunia.

9. Kiamat 2012 sebagai alasan memaafkan para negara yang telah bertindak semena-semana.

Kemungkinan besar isu datangnya Armageddon atau kiamat dijadikan senjata agar warga dunia malas dan lupa akan masalah yang sedang dihadapi seperti krisis dan perang.

10. Isu datangnya Nabi Isa Almasih atau Yesus Kristus yang kedua kalinya pada tanggal 21 Desember 2012.

Ramalan ini sebagian kecil dipercaya oleh sekte minoritas. Namun, adanya isu ini dibantah oleh kaum Nasrani secara umum karena menurut mereka tidak ada yang mengetahui hari kiamat kecuali Tuhan.

Bagaimana, setelah membaca 10 alasan di atas, masihkah Anda percaya kiamat pada hari Jumat, 21 Desember 2012 nanti? (RN)

Comment di sini