Kata Sesepuh Suku Maya Soal Kiamat 21 Desember

by
December 19th, 2012 at 9:49 am

California (CiriCara.com) – Rumor kiamat pada tanggal 21 Desember 2012 memang telah membuat frustasi banyak orang di berbagai negara.

Bahkan sebagian mereka sudah bergegas menyiapkan diri dengan berbagai cara agar terhindar dari bahaya kiamat.

Di China, beberapa orang warga yang percaya akan rumor kiamat 2012 sudah membangun bahtera ala Nabi Nuh dan membuat bola-bola raksasa untuk berlindung.

Di belahan dunia lain, orang-orang membangun bungker untuk berlindung dan berbondong-bondong pergi ke Gunung Pic de Bugarach di Prancis yang diyakini sebagai tempat teraman saat kiamat datang. Bahkan di Yogyakarta, warga sudah menimbun bahan makanan untuk mengantisipasi kiamat 2012.

Namun tidak sedikit juga manusia yang akhirnya sakit dan bunuh diri karena panik menghadapi hari sakral yang dianggap sebagai akhir dari dunia itu.

Rumor yang beredar memang mengatakan bahwa 21 Desember 2012 adalah akhir dari 5.125 tahun kehidupan berdasarkan kalender Suku Maya. Beberapa teori pun dihubung-hubungkan dengan akhir dunia yang akan terjadi dua hari lagi itu.

Teori yang paling sering dipergunjingkan adalah mitos Planet Nibiru yang akan menabrak planet bumi. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa bumi juga akan bertabrakan dengan komet raksasa dan diserang oleh badai matahari.

Untuk mengantisipasi kepanikan yang terjadi di berbagai belahan bumi, NASA telah mengeluarkan berbagai bukti bahwa tidak akan ada planet yang bernama Nibiru dan badai matahari berukuran raksasa.

Lembaga antariksa milik Amerika ini juga sangat menentang teori apokaliptik tentang kesejajaran planet-planet yang akan menyebabkan kacaunya kedua kutub bumi.

Sayangnya, kaum yang percaya teori konspirasi menganggap pendapat NASA ini sebagai upaya untuk menutupi fakta sebenarnya agar penduduk bumi tidak panik.

Sementara itu, sesepuh suku Maya yang masih hidup sampai sekarang, Pedro Celestion Yac Noj mengatakan bahwa bumi tidak akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012 nanti. Namun walau begitu, ia tetap membakar biji dan buah untuk menandai akhir dari kalender tua di sebuah upacara di Kuba.

“Tanggal 21 adalah untuk memberikan terima kasih dan rasa syukur dan menyambut 22 siklus baru, fajar baru,” katanya seperti dikutip Tempo.co.

Menurut Pedro, kalender Suku Maya boleh berakhir namun tahun yang baru akan segera dimulai. (RN)

Comment di sini