Pengamat Politik UI: Jokowi-Ahok Jangan Merasa Paling Pintar

by
December 19th, 2012 at 10:51 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kepemimpinan Jokowi seagai Gubernur DKI Jakarta dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Harian Jogja

Kali ini kinerja mereka disorot terkait promosi jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang diberikan kepada pejabat yang telah memasuki masa pensiun.

Dilansir dari Tribunnews.com, ada sekitar 11 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang telah memasuki masa pensiun dan dua diantaranya telah diganti. Sayangnya, nama penggantinya adalah mereka yang juga telah memasuki masa pensiun.

Contoh kasus yang menjadi sorotan adalah Wakil Kepala BPKD DKI, Endang Widjayanti yang telah dipromosikan untuk menggantikan Kepala BPKD DKI lama, Sukri Bey. Padahal, faktanya, Endang termasuk pejabat yang sudah memasuki masa pensiun.

Hal yang sama juga terjadi pada Unu Nurdin, Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang dipromosikan sebagai Kepala Dinas Kebersihan DKI untuk menggantikan Eko Bharuna.

Karena kasus ini, Iberamsjah, pengamat politik dari Universitas Indonesia, langsung menilai bahwa Jokowi-Ahok memang sudah tidak lagi konsekuen terhadap pelaksanaan janji-janji kampanye yang mengatakan bahwa pejabat yang memasuki masa pensiun harus segera dieksekusi tanpa ada perpanjangan masa jabatan.

“Sudah sangat tidak konsekuen. Kalau mau tetap dihormati orang dan jadi panutan, harus satu kata dengan perbuatan. Jokowi langgar janji, penting itu. Jangan biarkan dia salah, enak saja,” kata Iberamsjah, Selasa, 18 Desember 2012 seperti dikutip Tribunnews.com.

Walau kesalahan Jokowi dan Ahok ini termasuk kecil namun Iberamsjah tetap tak sependapat dengan pembelaan banyak pihak.

“Janji tetap janji, tidak bisa dilanggar. Itu pembenaran saja. Karena dia sok jago, kita tembak juga. Jangan macam-macam. Jangan merasa paling pintar di dunia, harus dikerasin juga,” katanya lagi.

Iberamsjah mengkritik kinerja Jokowi dan Ahok agar tetap setia terhadap berbagai persoalan walaupun itu hanya berupa perkara kecil. Ia juga menambahkan agar kedua orang pemimpin DKI Jakarta itu agar tetap berpegang teguh pada janji-janji mereka sama seperti saat mereka berdua melangsungkan kampanye. (RN)

Comment di sini