Jadi Saksi, Ariel NOAH Dipanggil ke Polda Metro Jaya

by
December 20th, 2012 at 9:24 am

Jakarta (CiriCara.com)Nazriel Ilham atau Ariel, vokalis grup band NOAH kembali dipanggil pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya pekan depan. Kenapa?

Kepala Sub Direkotorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika membenarkan bahwa Ariel vokalis NOAH akan dipanggil kembali sebagai seorang saksi.

“Akan kami panggil lagi pekan depan,” kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, kepada wartawan, Rabu 19 Desember 2012 seperti dikutip Tempo.co.

Pemanggilan Ariel sebagai seorang saksi ini terkait dengan kasus pencemaran nama baik Magdalena Awuy yang pernah disebut-sebut sebagai pacar baru Ariel.

Kuasa hukum Magdalena, Jeanne Margareth Dumais mengatakan bahwa kliennya itu merasa difitnah oleh media online yang mengatakan bahwa  pramugari yang masih bersuami itu adalah pacar baru Ariel. Sebelumnya Jeane pernah mengklarifikasi gosip yang beredar pertengahan November lalu.

“Kami sampaikan bahwa berita itu tidak benar. Pada tanggal 12 November 2012, beredar berita di KapanLagi.com® (media online) terkait klien kami. Bahwa berita online tersebut telah diberitakan tanpa dikonfirmasi ke pihak Magda, sehingga mengganggu privasi klien kami, bahkan pemberitaan tersebut telah menyebar ke berbagai media lainnya,” ujar Jeane M. Dumais, Kamis, 15 November 2012 seperti dikutip Merdeka.com.

Dari pemberitaan media online tersebut, Magdalena disudutkan dan diberitakan seolah-olah ia sangat dekat dengan Ariel dan bisa menjamu siapa saja. Padahal saati itu, Magdalena yang berprofesi sebagai seorang pramugari hanya bertugas menemani anggota grup band NOAH ketika menjalani tur lima kota beberapa bulan lalu.

Kombes Helmy dan pihak kepolisian akan terus menyelidiki kasus ini dan mencari sumber yang pertama kali memberi keterangan ke media massa.

Sumber harus dicari sendiri oleh pihak kepolisian karena reporter yang meliput berita tidak bisa memberikan jawaban karena kode etik jurnalistik. (RN)

Comment di sini