Kata PPP Soal Fatwa Larangan Ucapan Selamat Natal MUI

by
December 21st, 2012 at 1:57 pm

Jakarta (CiriCara.com)Hari Raya Natal yang akan dirayakan oleh umat Nasrani jatuh pada hari Selasa, 25 Desember 2012 nanti. Bagi kalangan umat Muslim, pemberian ucapan Selamat Natal ke umat Nasrani masih menjadi perdebatan.

Sebenarnya bolehkah umat Muslim mengucapkan ucapan Selamat Natal kepada umat Krisitiani?

Dilansir dari Tribunnews.com, menanggapi fatwa terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang larangan memberi ucapan Selamat Natal, Wakil Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakim Saifuddin memberikan pendapatnya.

“Setahu saya, Fatwa MUI zaman Buya Hamka di tahun 1981 itu menyangkut larangan mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam. Yang diharamkan bagi umat Islam adalah mengikuti prosesi ritual keagamaan dalam perayaan Natal,” kata Lukman kepada Tribunnews.com, Jumat, 21 Desember 2012.

Wakil Ketua MPR RI ini  mengakui bahwa masih ada perbedaan pendapat mengenai boleh atau tidaknya memberi ucapan Selamat Natal dari umat Muslim ke umat Nasrani.

Lukman berkata bahwa ucapan ‘Selamat Natal’ tidak otomatis akan merusak aqidah umat Muslim karena menurutnya pemberian ucapan ini berkaitan dengan pemeliharaan hubungan sosial antar umat beragama dan tidak memasuki wilayah keimanan.

Dengan adanya perbedaan pendapat ini, Lukman menghimbau agar umat Nasrani memahami tentang perbedaan pendapat tentang pemberian ucapan Selamat Natal yang ada di kalangan umat Muslim.

Sementara itu Ma’aruf Amin, Ketua MUI menyarankan agar umat Muslim tidak memberi ucapan Selamat Natal pada 25 Desember nanti.

“Sebaiknya nggak usah aja lah. Tahun baru aja. Itu yang masih menjadi perdebatan (haram atau halal),” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin, di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012 seperti dikutip oleh Tribunnews.com. (RN)

Comment di sini