Pesan Terakhir Herdianto, Korban Livina Maut

by
December 27th, 2012 at 1:43 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Kecelakaan maut yang terjadi di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan telah menewaskan dua orang yakni, Herdianto dan Maulana. Sebelum kejadian, Herdianto disebutkan sempat memberikan pesan terakhir kepada mantan istrinya, Juwairiah.

Foto keluarga korban Livina maut. Merdeka.com

Saat datang ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Juwairiah menuturkan bahwa Herdianto sempat berkomunikasi dengannya. Dalam pesan melalui BlackBerry Messenger (BBM), Herdianto menyampaikan pernyataan maafnya kepada Juwairiah karena telah menyakiti hatinya (cerai).

“Ngerasa banget aku sudah sakitin kamu. Aku merasa bersalah. Maafin Aku,” isi pesan BBM Herdianto yang ditunjukkan Juwairiah saat berada di ruang jenazah RS Fatmawati, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (27/12/2012).

Menurut Juwairiah, sebelum kecelakaan Herdianto sempat mengajaknya untuk bertemu. Namun ternyata Herdianto justru tewas akibat ditabrak Nissan Grand Livina yang dikendarai Andika Pradika.

“Semalam aku masih BBM-an sama dia. Dia bilang hari ini mau jemput saya. Tapi ternyata sekarang sudah nggak ada. Pesan terakhirnya ya itu,” tutur Juwairiah yang diketahui bekerja di PT Jasa Marga.

Juwairiah dan Herdianto sudah bercerai sejak 5 tahun yang lalu. Menurut Juwairiah, saat ini Herdianto sudah mempunyai istri baru yang berada di Semarang. Rencananya jenazah Herdianto akan dipulangkan ke Semarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1796 KFL telah menabrak 7 orang, dua diantaranya dinyatakan tewas. Kejadian ini terjadi di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (27/12/2012).

Diketahui, sopir Livina yang bernama Andika memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi karena berniat kabur. Pasalnya, sebelum kecelakaan mobil Livina tersebut telah menyerempet mobil Daihatsu Taruna bernopol B 8162 RR. Namun nahas, mobil Livina ini justru menghantam sejumlah orang dan satu gerobak pecel lele.

(YG)

Comment di sini