Aceng Fikri Tuntut Balik Mendagri dan Gubernur Jabar

by
December 28th, 2012 at 10:06 am

Garut (CiriCara.com) – Meski sudah tidak terlalu disorot, namun kasus Aceng Fikri belum selesai. Ia masih akan terus diproses hingga status hukumnya jelas.

Nama Aceng Fikri meroket ketika ia menikah dengan Fani Oktora, wanita muda berusia 18 tahun lalu menceraikannya lewat SMS atau pesan singkat setelah empat hari menikah.

Setelah kasus itu diliput media, berbagai kasus lain juga turut menjadi perhatian massa. Aceng Fikri ditengarai pernah menikah dengan wanita muda lain bernama Shinta Larasati yang diceraikan dua bulan kemudian lewat BlackBerry Messenger (BBM).

Tidak hanya soal pernikahan, selama menjabat sebagai Bupati Garut, Aceng Fikri juga diduga telah terlibat dalam tujuh kasus korupsi dan pemerasan terhadap kandidat calon Wakil Bupati Garut pengganti Dicky Chandra sebesar Rp. 250 juta.

Jurnal Patroli News

Kini, saat rentetan kasusnya tengah dibahas oleh banyak media, Aceng Fikri justru melaporkan balik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Selain kedua orang petinggi tersebut, Aceng Fikri juga melaporkan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Pansus DPRD Garut, serta Pimpinan DPRD Garut. Laporan ini disampaikan oleh kuasa hukum Aceng Fikri, Eggy Sujana ke Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, Rabu, 26 Desember 2012.

Dilansir dari Tempo.co, laporan tersebut dibuat atas tuduhan pencemaran nama baik Aceng Fikri.

“Pertama, Gubernur menyampaikan ke Mendagri, menyampaikan ke Kapuspen bahwa Aceng Fikri mengakui kesalahannya dan harus mundur karena telah melanggar Undang-undang,” kata Eggy kepada Tempo.co, Kamis, 27 Desember 2012.

Menurut Eggy, Aceng tidak pernah mengaku kesalahannya di depan Gubernur Jawa Barat. Saat itu, Mendagri juga menambahkan bahwa Aceng telah melanggar Pasal 2 Ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Tanggapan Mendagri tersebut dinilai telah mempengaruhi jalannya sidang paripurna mengenai keputusan nasib Aceng Fikri.

Sementara itu, Pimpinan DPRD dan Pansus DPRD Garut dilaporkan ke Mabes Polri karena dianggap telah melanggar tata tertib sidang tertutup yang menjadi sidang terbuka dan bisa dimasuki oleh para demonstran.

Eggy sangat menyayangkan pernikahan kliennya menjadi isu nasional yang disorot berbagai pihak termasuk petinggi negara seperti Presiden SBY. Padahal, Aceng dan Fani sudah sepakat menyelesaikan permasalahannya lewat islah.

Walau dinilai telah melanggar etika sebagai Bupati Garut namun pemakzulan Aceng Fikri belum bisa dilaksanakan karena pihak Aceng masih menolak keputusan pemunduran dirinya dari kursi Bupati Garut lewat berbagai cara. (RN)

Comment di sini