Kasus Tabrakan BMW Anak Hatta Rajasa Dinilai Masih Janggal

by
January 2nd, 2013 at 11:35 am

Jakarta (CiriCara.com) – Anak kandung Hatta Rajasa, M. Rasyid Amrullah Rajasa terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi, Selasa, 1 Januari 2013 pukul 05.45 WIB. Saat kecelakaan sedang terjadi, pemuda ini sedang mengendarai mobil BMW hitam.

Plasa MSN

Diduga melaju dalam kecepatan tinggi, mobil BMW yang dikemudikan oleh Rasyid lalu menabrak mobil Daihatsu Luxio warna hitam yang sedang dikemudikan oleh Frans Sirait.

Di dalam mobil Luxio tersebut, terdapat Harun (57) dan Muhammad Raihan (1,5) yang akhirnya menjadi korban tewas karena terlempar keluar dari mobil.

Saat kecelakaan terjadi, Harun dan Raihan sedang bertolak dari Jakarta ke beberapa kota di Jawa Barat dengan menumpang mobil Daihatsu Luxio yang dijadikan kendaraan umum berpelat hitam tersebut.

Harun yang berprofesi sebagai seorang sopir pribadi pengusaha rencananya akan bertolak ke Puncak, Bogor untuk menjemput bosnya. Sementara itu, sang balita Raihan bersama ayahnya Eman (37), ibunya Enung (30), dan kakaknya Ripal (8) hendak pulamg ke Sukabumi usai merayakan malam Tahun Baru di Jakarta.

Walau telah menelan korban jiwa dan beberapa korban luka lainnya, pengusutan kasus Rasyid Amrullah Rajasa tidak akan semudah mengusut kasus penabrak biasa. Dilansir dari Kompas.com, tampaknya ada beberapa keganjilan terkait kasus Rasyid. Apa saja?

Pertama, pihak kepolisan terlihat saling lempar masalah saat akan dimintai keterangan mengenai kasus tabrakan dengan Rasyid Rajasa sebagai tersangka utama.

AKBP Jazari sebagai Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Metro Jaya mengatakan bahwa kasus kecelakaan tidak ditangani oleh pihaknya namun oleh Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur.

Namun saat dimintai keterangan, AKBP Soepoyo dari Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur justru tidak memberi informasi. Beliau malah terkesan ‘melempar’ kasus ke Polda Metro Jaya dengan alasan karena kecelakaan masih terjadi dalam wilayah tol.

Kedua, menurut keterangan Kompas.com, identitas Rasyid Rajasa tampak seperti sengaja disembunyikan. Hal ini terbukti dari petugas tol yang tidak memberi informasi lengkap tentang pelat nomor Rasyid.

Saat dikonfirmasi, petugas jalan tol hanya memberi keterangan pelat nomor BMW maut tersebut adalah B 272. Padahal pelat asli mobil adalah B 272 HR. HR sangat identik dengan inisial Hatta Rajasa, ayah dari Rasyid.

Ketiga, keluarga diminta untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai oleh Pihak Polda Metro Jaya. Salah seorang menantu Harun yang menjadi korban tewas diminta untuk tidak memperpanjang masalah.

Ifan (37) menantu korban yang dimaksud mengaku telah didatangi oleh sejumlah polisi yang meminta keluarga Harun untuk segera mengambil jenazah Harun. Semua biaya pengurusan jenazah dan pemakaman Harun ditanggung oleh si penabrak.

Dan keganjilan terakhir, seorang pria yang mengaku sebagai keluarga korban menolak otopsi terhadap jenazah korban. Permintaan ini ditolak oleh pihak rumah sakit karena si pria itu tidak dapat menunjukan persyaratan administrasi yang diminta. Dapat diduga pria tersebut bukan anggota keluarga korban tewas.

Entah bagaimana kasus BMW maut anak Hatta Rajasa ini akan diproses. Tapi mengingat kedudukan Rasyid sebagai anak petinggi negara, tampaknya akan sulit bagi hukum untuk menjerat Rasyid. (RN)

Comment di sini