Kata Polri Soal Pembelian Nopol B 2 DKI oleh Pihak Swasta

by
January 4th, 2013 at 4:37 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempersoalkan soal pelat nomor polisi (nopol) B 2 DKI yang sudah dijual pada pihak swasta.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian tidak tinggal diam soal pengaduan nopol kendaraan yang sudah dibeli oleh pihak swasta tersebut.

“Kita belum tahu, kita cari tahu lagi deh nanti. Setahu saya untuk pelat merah tidak bisa dipakai orang lain,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol, Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2013 seperti dikutip Detik.com.

Boy mengatakan bahwa pelat nomor polisi biasa bisa dimiliki oleh semua pihak karena warga bebas memiliki nomor pelat kendaraan. Menurutnya, kepemilikan pelat hitam ini berbeda dengan pelat merah.

“Kalau saya pikir kalau pelat merah ketentuannya berbeda. Yang dimaksud ini, pelat merah atau pelat biasa. Itu diatur dalam perkap peraturan Kapolri nomor 5/2012, tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor,” katanya lagi.

Sebelumnya, sebagai seorang Wakil Gubernur DKI Jakarta, mobil dinas Ahok harusnya bertuliskan B 2 DKI namun yang ia dapat adalah pelat nomor B 1966 RFR karena pelat khusus Wagub DKI sudah dimiliki oleh pihak swasta.

Mobil dinas Ahok adalah sebuah mobil Land Cruiser warna hitam. Mobil inilah yang dipakai Ahok untuk berdinas sehari-hari. (RN)

Comment di sini