Mau Cepat-cepat Punya Anak? Perhatikan Dulu Ini

by
January 6th, 2013 at 10:13 am

CiriCara.com - Tak dapat dipungkiri, biasanya memiliki anak menjadi dambaan tiap pasangan yang telah menikah. Mereka melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan keturunan dengan cepat. Mereka juga mengharapkan anak mereka sehat-sehat nantinya dengan mengonsumsi vitamin, melakukan pengecekan kandungan secara rutin, dan lain sebagainya.

Namun, ada hal lain yang sering dilupakan oleh pasangan suami-istri yang ingin cepat-cepat punya anak. Seorang terapis pernikahan dan keluarga ternama, Aida Seetner, mengatakan bahwa ada lima hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

1. Sehatkan hubungan

Bila memang Anda memiliki niat untuk memiliki anak, maka pastikan hubungan Anda dengan pasangan Anda sehat dan terjaga. Jangan sampai anak Anda lahir tapi dalam hubungan yang tidak akur, sering bermasalah dan lain sebagainya. Sebab, jika demikian akan membuat anak menjadi ‘sengsara’ karena ketidakakuran orang tuanya. Seetner menjelaskan bahwa sampai sekarang ini tidak sedikit pula pasangan yang meremehkan dampak emosional yang terjadi pada kehadiran seorang anak.

2. Kerjasama selesaikan masalah

Bila pasangan Anda maupun Anda sendiri memiliki suatu masalah yang sampai saat ini masih belum dapat diselesaikan, maka hal itu patut untuk didiskusikan berdua. Jangan kira masalah akan selesai atau hilang pada saat bayi lahir, sebab hal tersebut malah akan memperparah keadaan. Memang ada sebagian masalah yang akan hilang jika seorang anak telah lahir, namun bukan berarti masalah itu tidak akan timbul kembali di kemudian hari.

3. Komunikasi dua arah

Tanggung jawab untuk menjadi sepasang orangtua tidaklah semudah yang Anda bayangkan, apalagi dengan berbagai masalah yang bisa timbul baik masalah dengan pasangan maupun dengan anak. Untuk itu, membangun dialog yang baik antara Anda dan pasangan Anda mutlak dilakukan sebelum hadirnya seorang anak. Bertukar pikiran dan menceritakan kekhawatiran dari kedua belah pihak secara terbuka  dapat menjadi modal untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

4. Membagi tugas

Tiap orangtua tentunya memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Seperti halnya siapa yang akan mencari nafkah, mengurus rumah, mengurus anak dan melakukan kegiatan tambahan yang lain. Tanpa pembagian peran, maka beresiko timbul masalah baru lagi sebab orang tua baru masih kebingungan dengan peran dan tanggung jawab yang dimilikinya.

5. Bersiap mengubah gaya hidup

Setelah memiliki anak, tentunya ada beberapa gaya hidup yang akan berubah. Itu akan mempengaruhi kondisi emosional bahkan fisik Anda. Jika tidak memilki persiapan dalam semua itu, maka kestabilan hubungan kemungkinan akan bermasalah. Untuk itu, luangkan waktu setidaknya 15 menit tiap harinya untuk saling berdiskusi menjelang kelahiran seorang anak.

Memang mengasuh dan membesarkan seorang anak adalah hal yang paling didamba-dambakan oleh tiap pasangan, bahkan dapat dikatakan sebagai hal yang paling indah. Yang perlu dilakukan sebelum memiliki anak adalah melakukan pertimbangan, rencana, dan pemikiran yang sematang mungkin demi mempersiapkan semua itu. Dengan demikian, kelak anak dapat tumbuh sehat tanpa terbebani oleh masalah keluarga yang ada. (CT)

Comment di sini