5 Mitos Tentang Jodoh

by
January 8th, 2013 at 1:39 pm

CiriCara.com – Sudah lama menjalin komitmen atau berpacaran dengan si dia, membuat kamu merasa nyaman dan bahagia saat berada di sampingnya. Banyak kesamaan yang ditemui antara kamu dan dia, seperti kesamaan hobi, makanan favorit, genre musik, dan kesamaan lainnya. Kesamaan itulah yang terkadang membuat kamu berpikiran bahwa dia adalah jodohku.

Namun, bukan berarti kalau sudah jodoh tidak akan ada masalah yang menghiasi hubungan kalian itu. Masalah bisa datang pada siapa dan kapan saja. Saat ini, banyak orang percaya dan menaruh perhatian besar pada ‘si jodoh’. Orang-orang itu beranggapan bahwa kalau sudah jodoh hubungan asmara ke depannya akan mulus. Padahal hal tersebut hanyalah sebuah mitos.

Banyak mitos mengenai jodoh yang menghiasi kehidupan kita. Apa saja mitos tentang jodoh itu? Inilah 5 mitos tentang jodoh:

1. Jodoh gak lari ke mana

Pernahkah kamu mendengar kalimat itu dari seseorang? Seseorang yang jomblo atau setelah putus dari pacarnya mungkin akan berkata seperti itu. Mereka beranggapan kalau dia adalah jodohku dan akan kembali lagi padaku. Hal itu bisa saja terjadi asalkan kamu mau terus mengejar atau mencari si dia. Tak ada gunanya jika kamu hanya mengharapkan sosoknya tanpa diimbangi dengan usaha yang keras.

2. Si dia mirip berarti jodoh sama aku

Sebagian besar orang percaya bahwa orang yang berjodoh itu memiliki wajah yang mirip dengan pasangannya. Lalu, apakah hal itu benar terbukti? Studi yang dilakukan oleh psikolog dari University of St. Andrews menemukan bahwa seseorang cenderung tertarik kepada orang lain yang memiliki ciri-ciri wajah seperti dirinya. Bahkan, ada pasangan yang sudah menikah terlihat mirip satu sama lainnya. Hal itu bisa saja terjadi jika diimbangi dengan sikap yang baik dan adanya perasaan cinta yang besar pada si dia.

3. Memiliki pemikiran yang sama berarti berjodoh

Beberapa orang juga berpikiran bahwa dirinya akan berjodoh dengan si dia karena memiliki pemikiran yang sama. Padahal, sekalipun sudah berjodoh, kamu dan si dia adalah dua manusia yang berbeda. Akan ada perbedaan pendapat yang menghiasi hubungan asmara kalian itu. Jadi, jangan menganggap bahwa memiliki pemikiran yang sama akan berjodoh dengannya. Ketahuilah bahwa sebenarnya perbedaan itu indah sehingga bisa membuat hubungan asmara semakin erat.

4. Kamu sulung dan si dia bungsu berarti berjodoh

Para psikolog mengatakan bahwa mengetahui urutan lahir kamu dan dia bisa menjadi cara yang lebih cepat untuk mengetahui apakah kamu dan dia berjodoh atau tidak. Melihat hal itu, beberapa orang mengatakan jika dirinya anak sulung dan si dia bungsu berarti berjodoh. Dalam hubungan pasangan, si sulung menginginkan seseorang yang bisa dicintai dan dilindungi. Sedangkan, si bungsu mendambakan seseorang yang menyayanginya. Padahal, bisa saja si sulung berjodoh dengan si sulung, si bungsu dengan si bungsu, dan lain sebagainya.

5. Kalau sudah jodoh pasti romantis

Romantis atau tidak sebenarnya tergantung dari cara orang itu sendiri untuk membahagiakan pasangannya. Tidak selalu ditunjukkan dengan makan malam, bunga, dan perhiasan. Jadi, jangan samakan si dia dengan yang lainnya. Jangan juga beranggapan bahwa si dia yang romantis berarti jodoh aku. Bisa saja, seseorang di luar sana yang tidak romantis malah menjadi jodohmu kelak.

Itulah 5 mitos mengenai jodoh. Lalu, apakah kamu masih percaya mengenai mitos-mitos itu? Tuhan memang menentukan kamu akan berjodoh dengan siapa, tapi hal itu juga harus diimbangi dengan usaha dari diri sendiri. (NR)

Comment di sini