Film Hanung Bramantyo Juga Diprotes Masyarakat Minang

by
January 8th, 2013 at 10:22 am

Jakarta (CiriCara.com)‘Cinta Tapi Beda’, film garapan Hanung Bramantyo yang mengisahkan tentang kisah kasih sepasang pemuda pemudi berbeda keyakinan mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.

Selain mendapat protes dari FPI Tasikmalaya, kali ini barisan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda-pemudi Minang Indonesia (IPPMI) dan Badan Koordinasi Kebudayaan dan Kemasyarakatan ala Minangkabau se-Jakarta melaporkan film garapan Hanung tersebut ke SPK Polda Metro Jaya pada Senin, 7 Januari 2013.

Diberitakan oleh Tribunnews.com, Zulhendri Hasan selaku kuasa hukum IPPMI mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat Minang dalam film tersebut diyakini dapat menanamkan rasa kebencian pada penonton film terhadap Suku Minangkabau.

“Menurut kami dari komunitas Suku Minang, film ini bisa menanamkan rasa kebencian atau penghinaan terhadap etnis Minang,” ucap Zulhendri kepada Tribunnews.com, Senin, 7 Januari 2013.

Film Hanung Bramantyo tersebut berkisah tentang seorang wanita penganut agama Katolik yang dibintangi oleh Agni Pratistha. Padahal menurut Zulhendri, secara fakta mayoritas masyarakat Minangkabau memeluk agama Islam.

Zulhendri mengatakan bahwa ketika masyarakat mendengar kata Minang maka yang terlintas adalah Suku Minangkabau yang mayoritas memeluk agama Islam. Penggambaran Minang dalam film Hanung tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan kenyataan.

Apalagi dalam film tersebut, Diana si wanita Minang beragama Katolik sangat menyukai masakan babi rica-rica yang diharamkan oleh umat Muslim.

Atas penggambaran yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan masyarakat Minang sebenarnya tersebut, Zulhendri menuntut agar Lembaga Sensor Film (LSF) menghentikan penayangan film ‘Cinta Tapi Beda’ karena telah bertentangan dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 2009.

Mungkin dari sederet sutradara Indonesia, Hanung Bramantyo adalah sutradara dengan film-film kontroversial yang banyak menuai protes. Sebelum film ‘Cinta Tapi Beda’, film Hanung yang lain, ‘?’ dan ‘Perempuan Berkalung Sorban’ juga menuai protes dari kalangan umat Muslim. (RN)

Comment di sini