Dilaporkan Anton Medan ke Polisi, Farhat Abbas Terkejut

by
January 11th, 2013 at 9:55 am

Jakarta (CiriCara.com)Farhat Abbas, pengacara yang gemar membuat aksi kontroversi ini harus menerima akibat dari ulahnya yang ceroboh saat berkicau di Twitter.

Tidak hanya dilaporkan oleh Komunitas Intelektual Muda Betawi yang diketuai oleh Ramdan Alamsyah, kini Farhat juga dilaporkan ke polisi oleh kawannya sendiri, Anton Medan.

Okezone

Anton Medan yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI) menilai kicauan Farhat yang dibuat di Twitter sangat rasis dan rawan mengundang konflik.

Diberitakan oleh Tribunnews.com, Anton melaporkan Farhat ke SPK Polda Metro, Kamis, 10 Januari 2013. Dan mengetahui dirinya dilaporkan oleh Anton, Farhat mengaku sangat terkejut.

Menurutnya, Anton Medan bukanlah tokoh yang familiar dengan Twitter dan hanya mendengar berita dirinya dari media tanpa tahu fakta sebenarnya.

Farhat juga berujar, Anton yang merupakan salah satu tokoh Tionghoa yang cerdas dan patut diteladani seharusnya tidak ikut-ikutan melaporkannya ke polisi.

Sebelum melaporkan ke polisi, Anton mengaku telah mencoba menghubungi Farhat untuk menasehatinya. Namun, menurutnya Farhat tidak menanggapi sehingga berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya.

Namun, Farhat menyangkal telah dihubungi oleh Anton sebelum dilaporkan.

“Dia itu kawan saya. Seharusnya Anton itu cek dulu twit-twit saya. Dia juga harusnya mendamaikan masalah ini, bukan memperkeruhnya. Alasan baru telpon sekali gak nyambung langsung lapor polisi, kejadian tweet jam 13.00 wib kemarin, dia lapor tadi. Orang disomasi aja diberi waktu tiga hari, ini belum 24 jam sudah lapor polisi,” kata Farhat kepada Tribunnews.com, Kamis, 10 Januari 2013.

Sementara itu, menurut Anton Medan, kicauan Farhat di Twitter yang ditujukan pada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, bisa menimbulkan kebencian terhadap etnis Tionghoa yang seharusnya tidak dilakukan oleh praktisi hukum seperti Farhat.

Anton Medan melaporkan Farhat Abbas dengan nomor laporan TBL/86/I/2013/pmj/ditreskrimsus. Pria ini melaporkan Farhat dengan pasal 4 huruf b angka 1 UU ni 40 tahun 2004 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta pasal 28 ayat 1 junto pasal 45 ayat 2 UU no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Anton menilai, walau Farhat sudah meminta maaf kepada Ahok lewat Twitter, namun masalah tidak akan selesai begitu saja karena belum dilakukan lewat seluruh media. (RN)

Comment di sini