Vonis 4,5 Tahun Angelina Sondakh Dinilai Tak Masuk Akal

by
January 11th, 2013 at 8:58 am

Jakarta (CiriCara.com) – Terdakwa kasus korupsi anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Angelina Sondakh divonis 4 tahun 6 bulan oleh hakim kejaksaan.

Detik

Namun vonis ini dinilai sangat tak masuk akal oleh peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah. Menurutnya, vonis tersebut tidak adil mengingat kesalahan yang diperbuat oleh Angie tidak mendapat ganjaran yang setimpal.

“Tak masuk akal rasanya. Dia dinyatakan terbukti menerima uang, tapi tidak ada perintah pengembalian ke negara,” kata Febri kepada Tempo.co, Kamis, 10 Januari 2013.

Febri berpendapat seharusnya Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) harus mengajukan banding terhadap vonis tersebut karena di samping tidak logis, vonisnya juga tidak memenuhi dua pertiga tuntutan jaksa penuntut.

Kasus Angelina Sondakh ini mungkin akan dijadikan pintu gerbang kasus korupsi lain terkait laporan keuangan Grup Permai. Selisih uang yang diberikan grup ini dan diterima Angie masih menjadi pertanyaan karena hingga saat ini belum diketahui siapa yang menerima selisih uang tersebut.

Sempat dikabarkan bahwa Grup Permai mengeluarkan uang senilai Rp. 12, 5 miliar dan USD 2,2 juta. Namun faktanya, istri almarhum Adjie Masaid ini  mengatakan hanya menerima Rp. 2,5 miliar dan USD 1 juta.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim dengan selisih 7,5 tahun dari tuntutan jaksa menurut Febri disebabkan karena hakim keliru saat memahami Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Angie tidak diwajibkan oleh hakim untuk membayar ganti rugi dengan alasan bahwa uang komisi yang diterima Angie bukan uang negara. Menurut Febri, hakim masih rancu untuk membedakan pemberlakuan Pasal 18 UU Tipikor.

Sebelumnya, saat putusan dibacakan dalam sidang Pengadilan tindak pidana korupsi di Jakarta, pada hari Kamis, 10 Januari 2013, hakim tidak menuntut Angie untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 12,58 miliar dan USD 2,35 juta subsider 2 tahun penjara sesuai dengan kesalahan yang dilakukan oleh politisi asal Partai Demokrat itu.

Keputusan yang jauh dari harapan jaksa penuntut ini mungkin karena ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ikut ‘bermain’ dalam persidangan. Atau bisa jadi, jurus menangis Angie mampu meluluhkan hati hakim sehingga beliau memberi vonis yang lebih ringan dari tuntutan jaksa. (RN)

Comment di sini